Petugas kepolisian dan tenaga medis mengevakuasi korban kecelakaan truk di Kecamatan Ndoso untuk mendapatkan penanganan medis.
KATANTT.COM---Dua korban kecelakaan mobil truk yang terjadi di wilayah perbatasan antara Desa Pateng dan Desa Waning, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan keterangan resmi dari kepolisian, kedua korban meninggal dunia merupakan warga Desa Golo Ru`a, yakni Daniel Dakul (30) dan Hilarius Endro Amat (14).
Keduanya adalah penumpang truk Colt diesel dengan nomor polisi EB 8843 GC. Kendaraan tersebut mengangkut rombongan pemain dan suporter tim sepak bola Paci FC yang sedang dalam perjalanan dari Desa Golo Ru`a menuju Desa Waning untuk bertanding pada Turnamen Waning Cup Jilid II.
Kendaraan mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalur menurun dan tikungan tajam dari arah Kampung Pateng Lesu menuju Kampung Waning, pada Selasa (7/7/2026) siang.
Dalam analisis awal penyebab insiden tersebut, Kasat Lantas Polres Mabar, AKP I Made Supartha Purnama, menyampaikan bahwa kecelakaan dipicu oleh dua faktor utama, yakni beban muatan yang berlebih (overload) di bagian atas kendaraan, serta kondisi medan jalan yang ekstrem.
"Kendaraan ini mengangkut rombongan tim sepak bola dengan estimasi muatan mencapai 47 orang. Kondisi ini sangat riskan karena sebagian penumpang berada di dalam kabin dan sebagian lainnya nekat duduk di atas atap kendaraan," ujar AKP I Made Supartha saat dikonfirmasi pada Rabu (8/7) pagi.
"Saat melintasi jalan menurun dan menikung tajam di Kampung Pateng, beban kendaraan menjadi tidak seimbang. Akibatnya mobil oleng ke samping dan langsung terbalik ke sisi kiri jalan," tambahnya.
Sebelum dirujuk ke RSUD Komodo, kepolisian bersama warga setempat telah mengevakuasi seluruh korban ke Puskesmas Waning untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun, karena cedera yang dialami sejumlah korban tergolong fatal, kepolisian segera mengambil langkah taktis dengan berkoordinasi untuk melakukan rujukan medis darurat.
"Setelah kami berkoordinasi secara intensif dengan Kepala Puskesmas Waning, diputuskan bahwa 10 korban yang mengalami luka berat harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Labuan Bajo demi mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif. Proses rujukan ini kami kawal langsung agar berjalan cepat dan lancar," kata Kasat Lantas.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, nyawa kedua korban tersebut tetapa tidak tertolong.
Di sisi lain, kepolisian bergerak cepat menangani aspek hukum dari kasus ini. Pengemudi kendaraan, Albertus Nandito, saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Unit Gakkum Sat Lantas Polres Manggarai Barat bersama Polsek Kuwus juga tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi mata.
Atas peristiwa tersebut, AKP I Made Supartha memberikan peringatan keras kepada masyarakat, pemilik kendaraan, serta penyedia jasa transportasi di wilayah Manggarai Barat, khususnya di wilayah hukum Polsek Kuwus yang didominasi oleh jalur perbukitan curam.
"Kami mengimbau dengan sangat tegas kepada seluruh pengendara dan pemilik kendaraan, jangan pernah memaksakan kendaraan mengangkut penumpang melebihi kapasitas logisnya, apalagi membiarkan penumpang duduk di atas atap kendaraan," imbaunya.
Ia mengingatkan bahwa mengabaikan aspek keselamatan dasar di jalur ekstrem berisiko tinggi mempertaruhkan nyawa di jalan raya.
"Kondisi geografis jalanan kita yang berliku, menurun, dan menanjak sangat rawan memicu fatalitas kecelakaan jika aspek keselamatan diabaikan. Mari kita jaga keselamatan bersama di jalan raya," tutup Kasat Lantas.