Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari yang dikonfirmasi pada Rabu (8/7/2026) membenarkan penemuan belasan WNA tersebut. "Benar, kami masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Polres Alor segera memfasilitasi para WNA ini untuk dibawa ke Kupang. "Rencananya hari ini, Rabu 8 Juli 2026, mereka ada 16 orang (WNA) akan digeser ke Polda NTT ke Dit Res PPA dan PPO Polda NTT," ujar Nur Azhari .
Ke-16 orang WNA yang ditemukan semuanya berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, mereka sedang menyusui Pantai Pasir Putih Kampung Air Panas menuju Kampung Air Panas.
Nelayan di sekitar Kampung Air Panas mendekati para WNA tersebut dan berkomunikasi langsung dengan para WNA tersebut, namun terkendala karena para WNA tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia.
Nelayan setempat dan warga Kampung Air Panas kemudian mengajak para WNA tersebut ke salah satu rumah warga di Kampung Air Panas.
Kapolsek Pantar, Iptu Anang Andrian dan anggota serta anggota Koramil mendatangi Kampung Air Panas untuk memastikan informasi tersebut.
Aparat kepolisian sempat berdialog dengan para WNA menggunakan translate google namun terkendala dalam komunikasi. Ke-16 WNA ini kemudian dibawa ke
Polsek Pantar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam keterangan awal, WNA mengaku kalau mereka sudah satu pekan berlayar dari Kendari, Sulawesi Tenggara menggunakan perahu motor (jolor) dengan muatan 16 orang WNA. Mereka mengaku berlayar bersama satu orang WNI asal Kendari. Sedianya mereka akan ke Kupang.
Namun dalam pelayaran dari Kendari menuju Kupang, mesin kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan sehingga perahu motor tersebut terbawa arus dan terdampar di kampung air panas, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor.
Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Camat Pantar, Arianus Waang dan camat kemudian melaporkan ke Kesbangpol Kabupaten Alor.
Dari hasil koordinasi disepakati kalau 16 WNA Uzbekistan ini diberangkatkan ke Kalabahi--ibukota Kabupaten Alor melalui pelabuhan Lianglolong dengan menggunakan perahu motor menuju pelabuhan Alor kecil.
Saat ini, 16 orang WNA asal Uzbekistan tersebut diinapkan di Homestay Tamala di Kota Kalabahi sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, perahu motor yang digunakan oleh para WNA tersebut masih berada di Kampung Air Panas, Kecamatan Pantar dan dititipkan kepada warga Kampung Air Panas dalam kondisi mesin rusak.
Sementara itu, nahkoda kapal yang berasal dari Kendari belum diketahui keberadaannya dan diduga kabur pasca insiden kapal mati mesin.