• Nusa Tenggara Timur

Dokter Icha Sempat Ditawari Kapolda NTT Ikuti Terapi Kesehatan Mental

Imanuel Lodja | Selasa, 07/07/2026 11:52 WIB
Dokter Icha Sempat Ditawari Kapolda NTT Ikuti Terapi Kesehatan Mental dr. Icha

KATANTT.COM--Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, sempat menawari dr. Icha untuk menjalani terapi kesehatan mental dengan metode USEFT (Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique). 
 
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengaku sebelumnya mendengar berita soal intimidasi yang dialami dr. Icha pada 13 Juni 2026 lalu. Ia bahkan menghubungi terapisnya untuk dapat menawarkan metode ini digunakan sebagai pemulihan mentalnya. 
 
Teknik USEFT ini bisa membantu menetralkan masalah kesehatan mental dari orang-orang yang mengalami phobia, trauma bahkan depresi sekalipun. 
 
Sementara dr. Icha sebelumnya telah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang mendiagnosanya mengalami depresi berat dan guncangan mental yang dapat membahayakan diri sendiri. 
 
"Sebenarnya begitu saya mendapatkan laporan mengenai kejadian almarhumah dr. Icha, saya sudah memerintahkan kepada para terapis yang ada di Polda NTT ini untuk membantu," ujar Rudi Darmoko di Markas Polda NTT, Sabtu (4/7/2026). 
 
Ia menyebut keluarga dr. Icha kemudian dihubungi oleh salah salah satu terapis mereka yang juga merupakan sejawat dari almarhumah dr. Icha. 
 
Pada saat yang sama diberi jawaban bahwa penanganan mental dr. Icha telah ditangani oleh psikiater sehingga bantuan terapi tersebut tidak sempat dilakukan.
 
"Sudah berusaha menghubungi keluarga dengan tujuan membantu supaya menetralkan depresinya. Namun sangat disayangkan almarhumah menolak karena sudah dirawat atau ditangani psikiater. Andaikata almarhumah berkenan kita bantu mungkin bisa berbeda ceritanya," katanya.
 
Pasca itu mereka menolong seorang anak dengan beban psikologis hingga pulih yang mana sebelumnya sempat mencoba mengakhiri hidupnya sendiri.
 
"Bahkan setelah kejadian dr. Icha itu saya mendapat laporan kejadian di Kabupaten Sikka kalau tidak salah itu ada juga. Ada seorang anak yang mau bunuh diri tapi Alhamdulillah orangtuanya menginformasikan ke kita sehingga bisa tertangani," ungkapnya. 
 
Pasca pemulihan melalui terapi USEFT, anak tersebut dapat terselamatkan dan lebih stabil daripada sebelumnya. "Sehingga sudah netral dan tak ada keinginan bunuh diri padahal sebelumnya orangtuanya pun hampir menyerah," imbuhnya.
 
Ia menegaskan terapi dari Polda NTT ini tidak dikenakan biaya dan yang terpenting ialah kemauan dari calon pasien sendiri. Metode ini bahkan bisa dilakukan langsung baik maupun telepon atau secara online hingga pasien lebih stabil. 
 
"Hal yang terpenting adalah pasien atau klien ini memiliki keinginan untuk sembuh. Itu utamanya. Misalnya tidak ingin walaupun dia rasa masalah tapi itu tidak bisa karena terapis ini hanya mengarahkan saja. Kalau ada keinginan untuk sembuh baik itu by phone atau online bisa kita lakukan," jelasnya lagi. 
 
Ketua Bhayangkari Polda NTT Vily Rudi Darmoko yang juga salah terapisnya menyebut tidak ada tantangan berarti dalam memberikan terapis terhadap korban trauma, luka batin maupun masalah mental lainnya.
 
Ia memastikan dampak terapi USEFT ini instan dan permanen. Manakala pemulihan klien itu tercapai maka menjadi penghargaan tersendiri baginya. Terapis sepertinya, tegas dia, hadir untuk memberikan harapan hidup yang baru bagi klien maupun keluarganya.
 
"Teknik ini mudah sekali untuk kita lakukan tapi kuncinya klien atau pasien menyadari adanya masalah yang dirasakan dan keinginannya sendiri untuk sembuh. Sebenarnya tidak ada tantangan berarti karena kembali lagi kepada yang bersangkutan," ungkapnya.

FOLLOW US