• Nusa Tenggara Timur

Gelar Aksi Bersih Pantai Pede: Pemuda Kopearad Sentil Pemda dan Pelaku Usaha Soal Tata Kelola Sampah

Emanuel Suryadi | Sabtu, 06/06/2026 11:43 WIB
Gelar Aksi Bersih Pantai Pede: Pemuda Kopearad Sentil Pemda dan Pelaku Usaha Soal Tata Kelola Sampah Aksi bersih Pantai Pede oleh Komunitas Pemuda Anti Radikalisme (Kopearad) Labuan Bajo, Sabtu (6/6/2026).

KATANTT.COM---Komunitas Pemuda Anti Radikalisme (Kopearad) melaksanakan gerakan bersih-bersih sampah di Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Sabtu (6/6/2026). Pembersihan ini diinisiasi sebagai respons kritis terhadap permasalahan lingkungan yang kian mengancam wajah pariwisata Labuan Bajo.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 Wita hingga 08.00 ini, berhasil mengumpulkan sampah sebanyak puluhan trashbag yang disisir sepanjang pesisir pantai dengan didominasi oleh sampah plastik.

Ketua Pemuda Kopearad, Itho Umar, menyatakan bahwa sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), laju pembangunan di Labuan Bajo saat ini berjalan sangat masif. Kendati demikian, pertumbuhan tersebut dinilai belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengelolaan lingkungan yang memadai.

"Pantai Pede kerap menjadi muara akhir bagi sampah plastik, baik yang terbawa arus laut yang sering kali bersumber dari kapal-kapal wisata maupun sampah dari aktivitas domestik daratan di sekitarnya," ujar Itho Umar di sela-sela aksi pembersihan.

Melalui aksi ini, Pemuda Kopearad menggarisbawahi beberapa poin krusial yang memerlukan perhatian segera dari berbagai pihak.

Pertama, aksi ini menyoroti minimnya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai dari pemerintah daerah di area publik, seperti ketiadaan tempat sampah terpilah dan belum konsistennya rutinitas pengangkutan sampah.

Kedua, ada kekhawatiran besar bahwa masyarakat lokal hanya menerima getah atau dampak negatif dari pariwisata berupa polusi lingkungan dan penumpukan sampah, sementara keuntungan ekonomi justru mengalir ke luar daerah.

Ketiga, sampah plastik yang dibiarkan tidak terkelola di Pantai Pede lambat laun akan hancur menjadi mikroplastik. Hal ini mengancam kelestarian terumbu karang dan biota laut, padahal kekayaan bawah laut tersebut merupakan jualan utama pariwisata Manggarai Barat.

Lebih lanjut, Itho Umar menegaskan bahwa momentum bersih pantai ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah gerakan untuk memantik kesadaran kolektif.

Ia berharap aksi tersebut dapat mengetuk kesadaran para pemilik hotel, operator kapal wisata, hingga bisnis ritel seperti minimarket di Labuan Bajo untuk segera mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan ikut bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan dari aktivitas bisnisnya. 

Selain itu, juga menjadi sarana edukasi langsung bagi warga pesisir dan sekitar mengenai bahaya membuang sampah ke laut atau ke sungai yang bermuara di Pantai Pede.

Tak hanya itu, aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan juga menjadi sorotan. Pemuda Kopearad berharap Pemerintah Daerah (Pemda) bersama pengelola tempat wisata mampu menjamin keamanan wisatawan dengan rutin melakukan pengecekan sarana, prasarana, serta fasilitas publik yang tersedia. 

Menutup pernyataannya, Itho Umar juga membawa pesan kebangsaan yang kuat kepada seluruh elemen kepemudaan. Ia mengingatkan bahwa tantangan pemuda saat ini tidak hanya datang dari isu lingkungan, tetapi juga dari isu sosial dan ideologi.

"Sebagai generasi muda, di samping menjaga kelestarian alam, kita juga memiliki tanggung jawab besar untuk membentengi diri. Kita harus mampu menangkal dan mencegah kehadiran kelompok-kelompok radikal yang dapat menghancurkan kerukunan, toleransi, serta ideologi generasi muda penerus bangsa," pungkas Itho tegas.

FOLLOW US