• Nusa Tenggara Timur

Tim Puslitbang Polri Teliti Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di NTT

Imanuel Lodja | Selasa, 02/06/2026 16:19 WIB
 Tim Puslitbang Polri Teliti Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di NTT Tim Puslitbang Polri saat bertemu Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko di Mapolda NTT

KATANTT.COM--Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri berkunjung ke Polda NTT untuk penelitian strategis di wilayah Polda NTT dan jajaran Polres selama tiga hari atau mulai 2 hingga 5 Juni 2026.

Tim peneliti dipimpin Ketua Tim Puslitbang Polri, Kombes Pol Danang Sarifudin bersama Pembina Tk I Ahmad Munif, Penata Tk I Mulyanto serta narasumber Prof. Dr. Drs. Suryadi, M.T. dari FMIPA Universitas Indonesia. Tim diterima Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko didampingi Irwasda dan sejumlah pejabat utama Polda NTT.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa kunjungan Tim Puslitbang Polri sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dan kesiapsiagaan Polri dalam menjawab tantangan tugas yang terus berkembang.

"Kehadiran Tim Puslitbang Polri di Polda NTT merupakan langkah strategis untuk memperoleh data dan masukan dari satuan kewilayahan terkait berbagai program prioritas Polri. Kapolda NTT menyambut baik kegiatan ini karena hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi peningkatan kinerja Polri di lapangan," jelas Henry Novika Chandra pada Selasa (2/6/2026).

Salah satu fokus penelitian yang dilakukan adalah optimalisasi Alat Material Khusus (Almatsus) Dalmas Polri guna penanganan unjuk rasa berpotensi konflik dalam rangka mewujudkan Harkamtibmas.

Ketua Tim Puslitbang Polri, Kombes Pol Danang Sarifudin menjelaskan bahwa Almatsus Dalmas merupakan sarana penting yang mendukung personel dalam melaksanakan pengendalian massa secara profesional, humanis, dan sesuai standar operasional.

"Almatsus Dalmas dirancang untuk mendukung pendekatan preemtif, preventif, persuasif, dan humanis dalam pengamanan unjuk rasa. Peralatan tersebut meliputi helm, tameng, tongkat Dalmas, body protector, kendaraan taktis, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang bertujuan melindungi personel sekaligus menjamin hak-hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum," tegas Danang Sarifudin.

Menurutnya, penelitian ini dilakukan karena masih ditemukan sejumlah tantangan di lapangan, seperti keterbatasan jumlah peralatan, kondisi perlengkapan yang memerlukan peremajaan, kebutuhan pelatihan personel yang berkelanjutan, hingga penyesuaian terhadap dinamika karakteristik aksi unjuk rasa yang terus berkembang.

"Melalui penelitian ini kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi Almatsus Dalmas di tingkat kewilayahan sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah optimalisasi yang tepat untuk mendukung penanganan unjuk rasa secara efektif, aman, dan tetap menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia," tambahnya.

Selain penelitian terkait Almatsus Dalmas, Tim Puslitbang Polri juga melaksanakan penelitian mengenai peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan.

Program ketahanan pangan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.

"Peran Polri saat ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata, tetapi juga mendukung program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan lahan produktif, pekarangan bergizi, pengawasan distribusi pangan, serta penempatan Bintara Kompetensi Khusus bidang pertanian, Polri turut berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," jelasnya.

Polri juga berperan sebagai fasilitator dan koordinator yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan stabilitas wilayah produksi dan distribusi pangan tetap terjaga. Dalam pelaksanaannya, kedua penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara daring kepada responden internal Polri terkait Almatsus Dalmas serta kepada masyarakat mengenai program ketahanan pangan. Selain itu, tim juga melakukan wawancara mendalam dengan sejumlah informan yang telah ditentukan.

Polda NTT siap mendukung seluruh rangkaian penelitian yang dilaksanakan oleh Puslitbang Polri. "Partisipasi aktif personel maupun masyarakat dalam penelitian ini sangat penting karena akan memberikan gambaran objektif mengenai pelaksanaan tugas Polri di lapangan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan tugas kepolisian di masa mendatang," tandas Henry Novika Chandra.

Penelitian di wilayah Polda NTT ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian Puslitbang Polri yang dilaksanakan pada sembilan Polda sampel di seluruh Indonesia selama semester pertama Tahun Anggaran 2026.

FOLLOW US