• Bisnis

Komitmen & Kepedulian Bank NTT Sukses Rangkul 4.574 UMKM, Gelontorkan Rp 30,3 Miliar

Semy Andy Pah | Jum'at, 27/10/2023 18:16 WIB
Komitmen & Kepedulian Bank NTT Sukses Rangkul 4.574 UMKM, Gelontorkan Rp 30,3 Miliar UMKM Binaan Bank NTT

KATANTT.COM--PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa tetap tumbuh berkesinambungan di era teknologi digital. Adapun salah satu upaya yang dilakukan oleh bank kebanggaan masyarakat Flobamorata ini dalam upaya tersebut yakni melakukan berbagai pendampingan dan juga edukasi.

Apalagi sektor yang tangguh dari berbagai goncangan ekonomi adalah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Sejauh ini, Bank NTT dalam spiritnya sebagai pelopor pembangunan ekonomi di NTT melihat UMKM sebagai mitra kerja yang harus terus didukung, karena itu, Bank NTT mengangkat peran strategis dalam memajukan ekonomi lokal melalui UMKM.

Program binaan ini diinisiasi untuk memberikan akses pendanaan, pelatihan, dan konseling kepada UMKM Dengan fokus pada kolaborasi dan inovasi, Bank NTT ingin mendorong pertumbuhan bisnis lokal, menciptakan peluang baru, dan meningkatkan kontribusi UMKM terhadap ekonomi daerah.

Kasubdiv Kredit Sektor Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Desa Binaan, Reinhard R.K Djo, Kamis (26/10) di Kupang menjelaskan bahwa pola pendampingan terhadap pelaku UMKM seperti pelatihan & sertifikasi.

Di sini Bank NTT memberikan pelatihan bagi Pelaku UMKM Binaan Bank NTT dan membantu dalam proses pengajuan sertifikasi & ijin (BPOM, HAKI, PIRT). Tak hanya itu, Bank NTT membantu dalam mencari market & offtaker untuk pelaku UMKM Binaan Bank NTT, serta Bank NTT memberikan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sesuai ketentuan Bank yang berlaku.

Terhitung 1 Oktober 2023, total debitur UMKM yang bermitra dengan Bank NTT 4.574 usaha, dengan plafond Rp 30,3212,950.000 serta Baki Debet Rp. 19,472,202.499. Sementara progam yang dilakukan Bank NTT untuk mendukung transformasi UMKM yaitu Festival Desa Binaan yang merupakan implementasi dari misi Bank NTT yaitu “Pelopor Ekonomi Rakyat” dan “Menggali Sumber Potensi Daerah Untuk Diusahakan Secara Produktif Bagi Kesejahteraan Masyrakat NTT".

Ada juga Program Peduli UMKM (Pendampingan, Digitalisasai, Peningkatan Kualitas dan Inovasi) yang merupakan suatu program yang memiliki 3 Tujuan, yaitu 1) Bisnis Sirkulasi : Bisnis yang berkaitan pada pengolahan produk daur ulang yang berbasis lingkungan (Eco – Friendly); 2) Bisnis Inkusif : Bisnis yang memberikan nilai bagi masyarakat; 3) Bisnis adaptif : Bisnis yang melakukan inovasi pada produk dan jasa UMKM yang dihasilkan memiliki nilai berbeda.

Bank NTT telah berkomitmen untuk memajukan UMKM dengan memberikan akses pendanaan yang bermanfaat, pelatihan yang bermanfaat, serta beragam dukungan lainnya,”tegasnya.

Ia menambahkan pelatihan yang diberikan untuk memajukan UMKM, antara lain pelatihan desain produk UMKM & Bimtek Halal, pelatihan pembuatan kecap menggunakan gula aren.

Ada juga pelatihan pengolahan buah asam, keripik dan aksesoris tenun, pelatihan Pengolahan Makanan UMKM di Desa Hadakewa, serta pelatihan pelaku UMKM Binaan Bank NTT cabang Waikabubak dan pelatihan UMKM di Atambua serta sosialisasi dari Kemenkum HAM dan BPOM.

Reynhard menambahkan, produk yang dihasilkan oleh UMKM Binaan Bank NTT dari 23 cabang, yaitu 391 buah produk yang diproduksi oleh 326 UMKM. UMKM menurutnya berjuang untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi yang berat, seringkali terbatas dalam akses ke pembiayaan, pengetahuan bisnis, dan dukungan yang diperlukan untuk berkembang. Namun, berkat kemitraan dengan Bank NTT, UMKM telah menjalani perubahan signifikan.

Transformasi yang dialami UMKM seperti trasnformasi pada pemasarannya. Sebelum para UMKM bergabung dengan Bank NTT, pemasaran hasil produksi dilakukan seperti, melalui rumah ke rumah, menjual di tempat usaha sendiri dan dititipkan ke toko-toko. Namun ada sebuah kemajuan pesat ketika mereka bergabung yakni pemasarannya sudah berbasis online, masuk ke dalam mini market dan luar negeri.

Sementara Kasubdiv Humas, Inggrid S Manongga menambahkan Bank NTT merekapitulasi data-data mengenai UMKM berdasarkan sebaran dan juga potensi unggulan sehingga bagi masyarakat umum yang mau mengakses informasi mengenai UMKM, bisa melakukan scan pada barcode yang tersedia. ***

Berikut List Pemasaran Sesudah Bergabung Menjadi Binaan Bank NTT:
- Alfamart : 5 outlet
- Indomaret : 41 (10 Produk)
- Mini Market : 120 outlet
- toko : 60 outlet
- Dekranasda : 11 outlet
- E- Commers : 1 (Shopee)
- Luar Negeri : 1 (Tiles)

Produk yang masuk kedalam outlet, diantaranya :
- Morige Sorgum Cookies
- Morige Kacang Mete Cookies
- Keripik Pisang Gula Lontar Q – Jor
- Madu Hutan An Nahl
- Kopi Almetria
- Abon ikan Iak Malole
- Sibakloang Coffe
- Ginger Milk Mang Be’da
- Bagea
- Havermuth
- Soes kering original & coklat
- Roslin Kacang Bawang
· Transformasi pada standarisasi produk

Produk UMKM Binaan Bank NTT Terstandarisasi Selama 2023 :
- Surat Keterangan Usaha (SKU) : 4 produk
- Nomor Induk Berusaha (NIB) : 127 produk
- Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) : 193 produk
- Badan Pengawas Obat dan Makanan : 37 produk
- HALAL : 53 produk
- HAKI : 72 produk

Sumber: Data Bank NTT

FOLLOW US