Kapolsek Lobalain Iptu Yeni Setiono dan Kanit Reskrim Polsek Lobalain, Aipda Yafet turun ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara.
katantt.com--Seorang pensiunan PNS, Isak Tassi,71, ditemukan tewas gantung diri di salah satu gudang sepeda motor yang berada di samping rumahnya.
Warga RT 015/RW 004, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao ini nekad mengakhiri hidupnya, Jumat (8/1).
Korban pertama kali ditemukan oleh dua menantunya, Marice Leneng,29, dan Helsi Ria Bubu.
Padahal, Jumat (8/1) pagi sekitar pukul 07.00 wita, korban duduk di belakang rumah sementara menantunya Marice Leneng dan Helsi Ria Bubu sementara mencuci sarung di dalam kamar mandi sekitar 4 meter dari posisi korban duduk.
Sekitar pukul 07.30 wita, dua menantu korban ke dalam dapur untuk memasak.
Saat menantunya memasak, korban memanggil Marice Leneng menanyakan soal makanan dan dijawab kalau mereka sedang menyiapkan bubur.
Korban menyuruh menantunya lanjut memasak dan korban masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar korban lalu menutup pintu.
Selang beberapa saat, Marice Leneng dan Helsi Ria Bubu mencari korban untuk makan bubur.
Namun saat kedua menantunya tidak mendapati korban di kamar korban.
Keduanbya kemudian mencari korban di sekitar rumah korban namun tidak menemukan korban.
Kedua menantu korban melihat pintu gudang sementara tertutup dengan gembok luar pintu gudang tidak terkunci.
Marice dan Helsi membuka pintu gudang tersebut dan melihat posisi korban sudah tergantung di dalam gudang dengan posisi kepala korban menghadap ke tembok.
Melihat hal tersebut, Marice langsung membuka ikatan tali yang sementara terikat di kayu (latah) atap seng.
Sementara Helsi Ria Bubu memeluk kedua kaki korban dan mengangkat ke atas, sambil kedua menantu korban berteriak meminta tolong.
Para tetangga, Deka Mandala dan 4 orang lainnya datang dan membantu mengevakuasi jenasah korban masuk dari dalam kamar depan.
Olah Tempat Kejadian Perkara
Dipimpin Kapolsek Lobalain Iptu Yeni Setiono dan Kanit Reskrim Polsek Lobalain, Aipda Yafet turun ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara.
Saat polisi datang di lokasi kejadian, jenasah korban sudah dipindahkan oleh menantu perempuannya Marice Leneng dan Helsi Ria Bubu kedalam kamar depan rumah korban.
Usai olah tempat kejadian perkara bersama tim identifikasi Polres Rote Ndao, polisi sempat bernegosiasi dengan keluarga korban untuk membawa korban ke RSUD Baa Kabupaten Rote Ndao guna dilakukan VER.
Namun keluarga korban menolak dan bersikeras untuk tidak dilakukan visum dan menerima bahwa peristiwa tersebut adalah musibah.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan kursi plastik warna biru dengan kursi memiliki sandaran tangan.
Ditemukan pula tali nilon warna hijau telah berada di lantai gudang dengan panjang 3,85 meter.
Untuk kepentingan penanganan kasus ini maka disekitar lokasi kejadian telah terpasang police line.
Pintu gudang pun dalam keadaan tertutup. selain itu ditemukan bekas gesekan pada kayu ring atap gudang.
Saat polisi datang, jenasah korban telah diletakkan di tempat tidur kasur pada ruang tidur.
Saat ditemukan, korban menggunakan baju kaos warna putih, sarung kain warna hitam dan kaos kaki warna coklat. Ditemukan pula bekas jeratan pada leher.
Pernah Ingin Bunuh Diri
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, Iptu James Mbau yang dikonfirmasi, Jumat (8/1/2021) mengakui kalau selama ini korban memiliki riwayat sakit lambung kronis.
Korban pun sering mengeluh sakit pada pundak dan bahu kiri akibat korban sempat mengalami kecelakaan lalu lintas di Mokdale beberapa tahun lalu.
"Kurang lebih sudah 2 minggu lalu korban selalu mengeluhkan penyakit yang dideritanya kepada anaknya," ujarnya.
Korban bahkan pernah mau mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri namun anak korban sering menasehati korban untuk tidak melakukan hal yang merugikan.
"Korban putus asa dengan sakitnya dan beberapa hari sebelum nya, korban pernah mengutarakan niatnya gantung diri kepada anak-anaknya," tandas Kasat Reskrim Polres Rote Ndao.
Kamis (7/1), korban sempat mendatangi kantor Lurah Mokdale untuk mengurus surat kuasa pengambilan gaji pensiunannya yang dikuasakan kepada menantunya Maks Nggonggoek.
Keluarga korban menerima bahwa peristiwa yang terjadi adalah merupakan musibah sehingga menolak dilakukan otopsi.