KATANTT.COM--Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi masih hidup di dalam sebuah kardus yang ditinggalkan di kawasan hutan Mnera Kabnono, RT 019/RW 010, Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Jumat (10/7/2026) pagi.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan di Puskesmas Oekabiti, Lusiana Kardosa dan Afliana Tanesib menunjukkan bahwa bayi diperkirakan berusia sekitar 38 jam atau lebih dari satu hari.
Bayi memiliki berat badan 2.450 gram, panjang badan 49 centimeter, lingkar kepala 31 centimeter, lingkar dada 32 sentimeter, dan lingkar perut 32 sentimeter. Dari hasil observasi tanda-tanda vital, bayi dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan adanya kelainan fisik.
Meski demikian, bayi tetap menjalani perawatan intensif untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil. Penemuan tersebut menggegerkan warga setempat dan kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
Bayi malang itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 wita oleh seorang warga bernama Domitianus Bonat yang sedang berjalan menuju kebunnya. Saat melintas di pinggir jalan, ia melihat sebuah kardus berwarna coklat yang tampak mencurigakan.
Setelah didekati dan diperiksa, Domitianus terkejut karena di dalam kardus tersebut terdapat seorang bayi perempuan yang masih hidup. Domitianus segera menghubungi warga lainnya, Erens Teinati, untuk bersama-sama mengamankan lokasi penemuan.
Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan kepada
Polsek Amarasi serta petugas medis dari Puskesmas Oekabiti. Personel piket
Polsek Amarasi bersama tim medis tiba di lokasi kejadian.
Petugas menemukan bayi tersebut dalam keadaan dibalut handuk berwarna abu-abu dan dialasi sprei berwarna merah muda di dalam kardus. Bayi kemudian langsung dievakuasi ke Puskesmas Oekabiti guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Polsek Amarasi telah melakukan langkah-langkah penyelidikan guna mengungkap siapa pihak yang diduga tega meninggalkan bayi tersebut di lokasi yang sepi. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari para saksi serta menelusuri kemungkinan adanya petunjuk lain di sekitar tempat kejadian.
Kapolsek Amarasi, Iptu Basilio Pereira menghimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melaporkannya kepada aparat kepolisian.
Kerjasama masyarakat diharapkan dapat membantu mengungkap pelaku sehingga dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga sudah memasang police line di sekitar lokasi kejadian dan mengamankan beberapa barang bukti.