Dua Sejoli di Oepura Berdamai Pasca Dilaporkan ke Polsek Maulafa Buntut Aniaya Pasangannya

Imanuel Lodja | Rabu, 11/02/2026 09:01 WIB

YS (25) menganiaya calon istrinya ADB (25) pada Senin, 9 Februari 2026 malam, di tempat tinggal keduanya di RT 23/RW 10, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Pasangan yang terlibat kasus penganiayaan membuat surat pernyataan dan sepakat berdamai

KATANTT.COM--YS (25) menganiaya calon istrinya ADB (25) pada Senin, 9 Februari 2026 malam, di tempat tinggal keduanya di RT 23/RW 10, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Saat menganiaya ADB, YS saat itu berada dalam pengaruh minuman keras jenis sopi. Korban ADB langsung mendatangi Mapolsek Maulafa untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Piket Polsek Maulafa segera menjemput YS di kediamannya dan mengamankannya untuk sementara waktu karena kondisi YS yang masih dalam keadaan mabuk. Selasa, 10 Februari 2026 pagi, personel piket Polsek Maulafa kemudian mempertemukan YS dan ADB untuk dilakukan mediasi.

Dalam pertemuan tersebut, YS menyampaikan permohonan maaf kepada ADB atas kekhilafan dan perbuatannya yang telah melakukan pemukulan. Karena keduanya masih saling menyayangi sebagai calon suami istri, ADB menerima permintaan maaf tersebut.

Baca juga :

Penyelesaian perkara dilakukan secara Problem Solving dengan disertai surat pernyataan. YS berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, baik terhadap ADB maupun terhadap orang lain.

Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah membenarkan adanya kejadian penganiayaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu dipicu oleh persoalan sepele, yakni YS menanyakan helm miliknya yang sebelumnya dipinjamkan kepada seorang teman.

Namun karena YS berada dalam pengaruh minuman keras, ia justru menyalahkan ADB hingga terjadi pertengkaran yang berujung pada pemukulan. Akibatnya, ADB mengalami luka pada bagian pelipis mata kanan.

Ia menyampaikan dukungan Kapolresta Kupang Kota atas langkah cepat dan tepat yang dilakukan jajaran Polsek Maulafa dengan mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan solutif, terutama terhadap kasus-kasus yang memungkinkan diselesaikan melalui Restorative Justice, sepanjang disepakati oleh kedua belah pihak dan memenuhi rasa keadilan.

Fery Nur Alamsyah juga mengapresiasi sikap ADB yang memilih melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian, sehingga permasalahan tersebut dapat segera ditangani dengan baik dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Ia mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar tidak mengkonsumsi minuman keras berlebihan, yang berdampak mabuk sehingga tidak terkontrol, yang dapat memicu melakukan perbuatan yang mengganggu kamtibmas maupun tindak pidana.

"Saya meminta warga untuk tidak ragu melaporkan setiap gangguan kamtibmas maupun tindak pidana yang dialami atau diketahui, melalui Bhabinkamtibmas, Polsek Maulafa, atau Call Center Polresta Kupang Kota 110, guna mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat," ujarnya.

YS dan ADB menyampaikan ucapan terima kasih. Keduanya kemudian bersama-sama kembali ke rumah didampingi oleh pihak keluarga.

TAGS : Polsek Maulafa Kasus Penganiayaan Kelurahan Oepura