Tim Satgas Sapu Bersih Cek Harga dan Mutu Pangan ke Pasar di Kota Kupang

Imanuel Lodja | Jum'at, 06/02/2026 07:12 WIB

Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan sidak ke sejumlah pusat ekonomi di Kota Kupang. Tim Satgas Sapu Bersih melakukan pengecekan harga di Pasar Inpres Naikoten I dan Hypermart Lippo Plaza Kupang, Kamis (5/2/2026)

KATANTT.COM--Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan sidak ke sejumlah pusat ekonomi di Kota Kupang.

Tim mengecek harga, ketersediaan stok, serta kualitas dan keamanan pangan di Kota Kupang, Kamis (5/2/2026). Tim mendatangi pasar tradisional dan retail modern serta gudang pangan di Kota Kupang.

Satgas yang tergabung dalam Subdit I/Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT ini bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT, serta Dinas Peternakan NTT.

Operasi pasar tersebut dipimpin oleh Kasubdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda NTT, AKBP Hario Prasetyo Seno. Kegiatan diawali dengan pengecekan di Pasar Kasih Naikoten.

Baca juga :

Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar modern, salah satunya di Hypermart Lippo Plaza Kupang.

Dalam pengecekan di pasar Naikoten tersebut, Satgas menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan strategis. Harga kacang kedelai tercatat melonjak dari Rp 70 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

Sementara itu, cabai keriting, cabai besar, dan cabai rawit juga mengalami kenaikan signifikan dari harga normal Rp 55–60 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

“Sumber pasokan kacang kedelai berasal dari Surabaya dan Sulawesi, sedangkan cabai didatangkan dari Atambua,” ujar Yanfan Kana Mangngi, salah seorang pedagang cabai di Pasar Kasih Naikoten I.

Satgas juga melakukan pengecekan komoditas lain seperti daging ayam, telur ayam, berawls, bawang. daging sapi, serta minyak goreng yang juga terpantau mengalami kenaikan harga.

Salah satu pedagang telur, Natan Wie, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur terjadi sejak sepekan terakhir. Telur yang dipasok dari distributor asal Surabaya, Jawa Timur tersebut dibeli dengan harga Rp 340 ribu per ikat yang terdiri dari enam rak. “Kami jual per rak Rp 70 ribu dan per butir Rp 2 ribu. Kenaikan ini baru sekitar satu minggu terakhir, pengaruh cuaca,” katanya.

Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda NTT, AKBP Hario Prasetyo Seno, menegaskan bahwa kegiatan Satgas Sapu Bersih untuk memastikan ketersediaan pangan di pasaran, mutu yang layak konsumsi, serta harga yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Dari hasil pengecekan, ada beberapa temuan yang akan kami dalami dan tindak lanjuti. Sejumlah komoditas terindikasi mengalami kenaikan harga melebihi harga acuan, sehingga perlu dilakukan penelusuran hingga ke tingkat distributor,” jelasnya.

Satgas Sapu Bersih mengedepankan langkah pencegahan dan pembinaan. Namun, jika ditemukan pelanggaran prinsipil, pihaknya tidak segan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia menyebutkan, terdapat 14 komoditas yang menjadi fokus pengawasan Satgas, di antaranya bawang merah, bawang putih, cabai, daging, telur, beras, minyak goreng, Minyak Kita, kedelai, serta komoditas pangan strategis lainnya.

Dari hasil pemantauan sementara, harga bawang merah dan cabai rawit terpantau berada di atas harga acuan. Hario menegaskan, pengecekan harga pangan ini tidak hanya dilakukan menjelang hari raya, tetapi akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Satgas Sapu Bersih ini baru dibentuk oleh Kepala Badan Pangan Nasional, Imran Soleman. Mulai dari tingkat pusat hingga daerah sudah mulai bekerja. Pengawasan dilakukan tidak hanya di hilir, tetapi juga hingga ke distributor,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Pangan Nasional, Wara Fitria Tristianti menambahkan bahwa selain ketersediaan dan harga, Satgas juga melakukan pengecekan mutu dan keamanan pangan, termasuk kelengkapan label produk.

“Kami mengambil sampel bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, dan daging sapi untuk dilakukan rapid test oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Jika hasilnya positif atau tidak sesuai standar, akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembentukan Satgas Sapu Bersih bertujuan mengendalikan harga pangan secara nasional melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah.

“Dengan pengendalian ini diharapkan pangan tidak hanya terjangkau dari sisi harga, tetapi juga terjamin mutu dan keamanannya bagi masyarakat,” ujarnya.

TAGS : Polda NTT Satuan Tugas Pangan Sidak Pasar