
Rapat koordinasi Forkopimda Manggarai di Kantor BPBD untuk mengaktifkan posko siaga darurat bencana menghadapi cuaca ekstrem, Jumat (23/1/2026).
KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan langkah siaga darurat bencana menyusul meningkatnya intensitas hujan dan munculnya sejumlah kejadian bencana alam di beberapa wilayah.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai, Jumat (23/1/2026).
Rapat tersebut membahas penanganan kondisi darurat serta kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Manggarai sejak awal tahun 2026.
Hadir dalam rapat tersebut Kepala BPBD Manggarai, Stef Tawar, didampingi Sekretaris BPBD Agustinus Adun, perwakilan Polres Manggarai, Kodim 1612/Manggarai, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Yustinus Nanga, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Epit Turuk, perwakilan PPK 3.3 Jalan Nasional Ruteng–Reo, serta Kepala Dinas Sosial Benyamin San.
Dalam arahannya, Pj Sekda Lambertus Paput menegaskan pentingnya koordinasi cepat dan responsif antarinstansi dalam penanganan bencana.
Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai telah mengaktifkan posko siaga bencana sebagai pusat kendali dan informasi.
"Kondisi cuaca saat ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh unsur. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi harus terpadu dan cepat agar risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan," ujar Lambertus Paput.
Posko bencana tersebut sebenarnya telah mulai disiapkan sejak November 2025, namun secara resmi diluncurkan dan diaktifkan pada Januari 2026 seiring meningkatnya laporan kejadian bencana.
Selama Januari 2026, tercatat beberapa peristiwa bencana, antara lain pergeseran tanah di Desa Riung dan Desa Poco yang dipicu oleh curah hujan tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Manggarai, Stef Tawar, menjelaskan bahwa penanganan bencana di Manggarai melibatkan seluruh unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait.
Ia menekankan pentingnya kesiapan tim siaga selama 24 jam.
"Posko ini bersifat on call. Kami meminta seluruh anggota tim siaga untuk mengaktifkan telepon genggam selama 24 jam agar setiap laporan dari masyarakat bisa segera ditindaklanjuti," kata Stef Tawar.
Usai rapat koordinasi, tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi terkini di sejumlah lokasi rawan bencana.
Tim ini sebelumnya juga terlibat dalam upaya pencarian korban tenggelam di Tiwu Pai, Kecamatan Reok Barat, yang menimpa seorang siswa SMP St. Fransiskus Ruteng pada Minggu (11/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Manggarai mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir, serta segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada posko bencana terdekat.
TAGS : Pemkab Manggarai siaga darurat bencana posko bencana cuaca ekstrem