
Sekjen PBB, Antonio Guterres
KATANTT.COM--Sekjen PBB, António Guterres, telah berulang kali menyatakan bahwa tindakan terhadap krisis iklim adalah "garis merah yang tidak dapat dinegosiasikan".
"Tidak ada ruang untuk kompromi atau penundaan dalam upaya mengatasi masalah lingkungan yang mengancam kelangsungan hidup manusia," tegas Antonio Guteres pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) di Belém, Brasil.
Antonio Guterres mendesak para negara untuk "mengikuti sains dan menempatkan manusia di atas keuntungan". Ia menekankan bahwa batas kenaikan suhu 1,5°C adalah satu-satunya "garis merah yang tidak dapat dinegosiasikan" untuk menghindari bencana iklim terburuk.
Antonio Guteres secara tegas menyatakan Hak Asasi Manusia (HAM) bersifat universal dan tidak dapat dinegosiasikan. Mereka adalah milik kita semua, seperti yang ditegaskan oleh Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. "Kami tahu hak asasi manusia adalah solusinya," kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.