Kasus Keracunan MBG Terjadi di Sumba Barat Daya, Puluhan Siswa SMA Manda Elu Dilarikan ke Rumah Saki

Imanuel Lodja | Selasa, 11/11/2025 16:23 WIB

Keracunan diduga akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Puluhan siswa di SMA Manda Elu Kabupaten Sumba Barat Daya keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa (11/11/2025). Keracunan diduga akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Puluhan siswa di SMA Manda Elu Kabupaten Sumba Barat Daya keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa (11/11/2025).

KATANTT.COM--Keracunan diduga akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Puluhan siswa di SMA Manda Elu Kabupaten Sumba Barat Daya keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa (11/11/2025).

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari ayam goreng, nasi putih, sayur labu jepang, dan sayur buncis. Usai menyantap menu tersebut, beberapa siswa mengeluh mual, pusing, nyeri perut, hingga muntah.

Para siswa langsung dilarikan ke rumah sakit Karitas Weetabula dan RSUD Reda Bolo. Sebagian lagi dievakuasi ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan layanan medis. Para siswa diberi infus dan menjalani rawat sementara serta diberikan obat.

Gejala mulai dirasakan hampir bersamaan oleh banyak siswa yakni pusing dan mual. Menu MBG diduga basi. SMA Manda Elu sendiri baru dua bulan ini mendapat layanan MBG.

Baca juga :

Puluhan siswa kini tengah menjalani penanganan medis di RS Karitas Weetebula, RSUD Reda Bolo, serta puskesmas terdekat. Sebagian siswa masih menjalani observasi karena mengalami dehidrasi dan lemas.

Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu membenarkan kejadian ini. "Benar, anggota masih ke lokasi baik sekolah dan rumah sakit mengecek korban. Jumlah pasti (korban) belum didata karena masih dilakukan penyelidikan," ujar Harianto Rantesalu pada Selasa siang.

Kasus serupa pernah terjadi pada Juli 2025, di mana 77 siswa dari beberapa SMA dan SMK di Kota Tambolaka mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Saat itu, ikan tongkol menjadi perhatian karena diduga mengandung histamin akibat penanganan yang tidak tepat.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya, drg. Yulianus Kaleka dalam penjelasannya pada Kamis (24/7/2025) lalu merinci 77 siswa yang keracunan berasal dari SMK Negeri 1 Kota Tambolaka 53 siswa, SMK Don Bosco 17 orang dan SMK Negeri 2 Kota Tambolaka tujuh orang.

Seluruh siswa yang mengalami keracunan sempat dirawat di Rumah Sakit Karitas Weetabula, Rumah Sakit Umum Reda Bolo dan Puskesmas Radamata. Mereka kemudian dipulangkan karena kondisinya sudah membaik dan menjalani rawat jalan.

Ada lima yang harus menginap untuk diobservasi di Puskesmas Radamata tetapi sudah membaik sehingga sudah diijinkan pulang. Kelima siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Radamata tersebut satu berasal dari SMA Negeri 1 Kota Tambolaka dan empat siswa SMK Don Bosco.

Hasil diagnosa sementara, dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa itu dari ikan yang berada dalam menu MBG yang disantap para siswa pada Rabu (23/7/2025).

Dugaan tersebut masih dibuktikan dengan tes lanjutan dari sampel yang telah diambil dan dibawa ke Kupang untuk dilakukan dengan penyelidikan epidemologi.

TAGS : Sumba Barat Daya Keracunan Makan Bergizi Gratis