Kasus HIV/AIDS di Manggarai Meningkat, KPAD Dorong Edukasi dan Pemanfaatan Teknologi

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 17/10/2025 20:07 WIB

KATANTT.COM---Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Manggarai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Manggarai hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 26 kasus aktif. Dari jumlah tersebut, 19 kasus berasal dari Kabupaten Manggarai, 2 dari Manggarai Barat yang menjalani pengobatan di Ruteng, 2 dari Manggarai Timur, dan 3 kasus lainnya masih dalam proses rujukan. Sekretaris KPAD Manggarai, Kosmas Takung.

KATANTT.COM---Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Manggarai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Manggarai hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 26 kasus aktif. Dari jumlah tersebut, 19 kasus berasal dari Kabupaten Manggarai, 2 dari Manggarai Barat yang menjalani pengobatan di Ruteng, 2 dari Manggarai Timur, dan 3 kasus lainnya masih dalam proses rujukan.

Pada periode sebelumnya, hingga Desember 2024, jumlah kasus yang tercatat mencapai 67 orang. Rinciannya, 51 kasus dari Manggarai, 5 dari Manggarai Barat, 7 dari Manggarai Timur, serta 4 kasus rujukan dari daerah lain.

Sekretaris KPAD Manggarai, Kosmas Takung, menyampaikan bahwa data akhir tahun 2025 baru akan diumumkan pada Desember mendatang.

"Data baru akan dilaporkan secara final pada akhir Desember 2025," ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Baca juga :

Kosmas menegaskan, pencegahan dan penanganan HIV/AIDS memerlukan edukasi berkelanjutan serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.

Dari keseluruhan kasus yang tercatat hingga pertengahan 2025, mayoritas penderita merupakan laki-laki. Menurut Kosmas, hal ini disebabkan oleh tingginya mobilitas dan migrasi tenaga kerja dari Manggarai ke luar daerah dalam jangka waktu lama.

"Setelah bertahun-tahun merantau, ada potensi penularan kepada istri atau pasangan ketika mereka kembali ke kampung halaman," jelasnya.

Sebagai lembaga yang memimpin upaya penanggulangan HIV/AIDS di daerah, KPAD Manggarai terus memperkuat program sosialisasi dan edukasi masyarakat setiap tahun. Kegiatan tersebut menyasar masyarakat umum, aparat desa, hingga lembaga pendidikan.

Kosmas mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk sekolah-sekolah di tingkat SMA/SMK yang aktif mengikuti program sosialisasi.

"Puji Tuhan, sekolah-sekolah sangat responsif. Para guru juga sangat antusias mendukung kegiatan ini," katanya.

Ia menambahkan, strategi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS harus berlandaskan prinsip "Three Zero": zero death (tidak ada korban meninggal), zero new infection (tidak ada infeksi baru), dan zero stigma (tidak ada stigma). Prinsip ini, kata dia, menjadi fondasi utama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Selain edukasi langsung, Kosmas juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) dalam kampanye penanggulangan HIV/AIDS. Ia menilai, teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan informasi kesehatan.

"Teknologi harus dimanfaatkan untuk menambah wawasan. Gunakan tools seperti ChatGPT agar aparat desa, camat, dan lurah dapat cepat tanggap serta memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat," pungkasnya.

TAGS : Kasus HIV/AIDS KPAD Manggarai Kosmas Takung