MBG di NTT Kembali `Makan Korban` Kali Ini 11 Siswa SD Liliba Diduga Keracunan

Imanuel Lodja | Kamis, 25/09/2025 08:47 WIB

Sebanyak 11 siswa SD Inpres Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dilarikan ke Rumah Sakit karena diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (24/9/2025) siang. Siswa-siswi SD Inpres Liliba korban keracunan MBG saat dilarikan ke rumah sakit guna mendapat pertolongan.

KATANTT.COM--Sebanyak 11 siswa SD Inpres Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dilarikan ke Rumah Sakit karena diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (24/9/2025) siang.

Belasan siswa yang mengalami keracunan tersebut berasal dari kelas 5A dan 5D sehingga harus mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Leona Kupang.

Para murid yang mengalami keracunan tersebut mengaku pusing, perut melilit, mual panas tinggi, bahkan sampai muntah-muntah usai menyantap MBG.

Para murid di RS Leona mengaku bahwa mereka mulai merasa lemas dan pusing serta mual usai mengkonsumsi MBG yang dibagikan pada pukul 12.20 wita oleh pihak sekolah.

Baca juga :

"Habis makan tu beta (saya) langsung rasa pusing, sakit perut, terus mual dan beta juga langsung muntah," kata Reymon Lette salah satu siswa korban keracunan.

Dia mengatakan makanan yang disajikan sudah berbau yang tak sedap, berbusa, berlendir. Sehingga dia hanya mencoba dan meminum susu yang juga terasa tidak enak dan sudah asam.

Sementara itu siswa lainnya yakni Theresia Selan (12) mengalami hal serupa. Dia mengatakan mengalami pusing, mual, sakit perut dan sampai muntah. Theresia menjelaskan makanannya sudah basi dan bahkan ada yang telah berlendir seperti sayur, telur dan tahu.

"MBG yang tadi itu memang sudah berlendir pada sayurnya, telur, dan tahu jadi beta hanya coba sedikit saja," tuturnya sambil menahan sakit di perut dan kepala. "Pas minum susu seperti ada kuning-kuning, ada ulat, jadi katong pas minum lihat itu langsung muntah kasih keluar kembali," sambungnya

Semua siswa yang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi MBG saat tiba di RS Leona langsung mendapat penanganan medis. Mereka pun langsung diinfus oleh petugas medis.

Kepala SDI Liliba, John Tukan, menyampaikan distribusi MBG pada Rabu siang dilakukan pukul 12:15 WITA hingga kemudian disantap oleh para murid. Para murid mulai menunjukkan tanda-tanda tidak sehat pada pukul 12:30 WITA.

"Setelah makan itu yang reaksi murid mulai mual, pusing dan sakit perut, ada 11 anak ini dari 2 kelas dari kelas 5A dan kelas 5D," kata Jhon dikonfirmasi.

Melihat kondisi para siswa tersebut, pihak sekolah langsung berinisiatif membawa sebelas siswa tersebut ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. "Kita kuatir kondisi anak-anak makin parah jadi kita langsung bawa ke rumah sakit," kata Jhon.

Dia menjelaskan ini adalah kali pertama siswanya mengalami keracunan sejak mendapat jatah MBG pada Februari lalu.

TAGS : Kota Kupang SDI Liliba Keracunan MBG