Camat Langke Rembong Pastikan Dana Kelurahan Tepat Sasaran, Warga Rasakan Manfaat Nyata

Wilibrodus Jatam | Selasa, 02/09/2025 18:42 WIB

KATANTT.COM---Camat Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, Eremius Gonzaga Gau, SP, menegaskan pengelolaan dana kelurahan di wilayahnya berjalan sesuai regulasi. Menurutnya, dana yang dikucurkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar formalitas proyek. Camat Langke Rembong, Eremeius Gonzaga Gau, SP.

KATANTT.COM---Camat Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, Eremius Gonzaga Gau, SP, menegaskan pengelolaan dana kelurahan di wilayahnya berjalan sesuai regulasi. Menurutnya, dana yang dikucurkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar formalitas proyek.


"Dasar hukum program ini jelas, yaitu Permendagri Nomor 130 Tahun 2018. Kewenangan ada pada camat, sementara usulan kegiatan lahir dari Musrenbangkel," katanya, Selasa (2/9/2025).


Fokus kebutuhan masyarakat Langke Rembong, kata Eremius, meliputi pembangunan jalan setapak, saluran pembuangan air limbah (SPAL), dan drainase. Setiap kelurahan menerima pagu anggaran sama, yakni Rp133.174.000, dan dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas).


"Soal ada tulisan berbeda di baliho, itu hanya salah ketik. Anggarannya tetap untuk drainase, SPAL, dan jalan setapak," ujarnya menepis isu liar.


Progres Capai 75 Persen, Beberapa Kelurahan Hampir Tuntas


Dari total 20 kelurahan di Langke Rembong, rata-rata progres pembangunan sudah menyentuh 75 persen. Beberapa bahkan melesat di atas 95 persen seperti Kelurahan Pau, Rowang, Waso, dan Bangka Leda.


"Saya apresiasi kelurahan yang progresnya tinggi. Ada yang sampai pakai dana pribadi dulu sebelum pencairan penuh. Yang belum tuntas, saya kasih waktu dua minggu untuk selesaikan," tandasnya.


Kisah dari Lapangan: Jalan Setapak hingga SPAL


Di Kelurahan Waso, jalan setapak sepanjang 165 meter plus tembok penahan tanah 94,8 meter sudah hampir rampung. Meski dana cair baru 60 persen, pekerjaan sudah 95 persen selesai.


"Dulu kendaraan harus parkir di jalan besar, sekarang bisa masuk sampai depan rumah. Sangat membantu kami," kata Rusli, warga Waso Pong.


Ketua Pokmas Waso, Alfredo Inosensius Ngarung, mengakui pekerjaan dipercepat dengan biaya talangan pribadi. "Warga juga mendukung penuh, bahkan lahan yang terdampak tak dipersoalkan," ujarnya.


Sementara itu, Kelurahan Tenda fokus membangun SPAL di kawasan padat penduduk. Lurah Tenda, Hubertus F. Jemadu, menyebut proyek ini vital untuk mencegah banjir.


"Meski dana baru cair 60 persen, progres sudah di atas 90 persen. Semua berkat gotong royong warga. SPAL ini sudah lama kami usulkan, dan syukur akhirnya terwujud," ungkap Ketua Pokmas setempat.


Dana dari Pusat, Swakelola oleh Warga


Seluruh pembangunan di Langke Rembong bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Specific Grant pemerintah pusat. Pola yang dipakai adalah Swakelola Tipe 4, di mana seluruh proses dikerjakan langsung oleh masyarakat melalui Pokmas.


Model ini bukan hanya mempercepat pembangunan, tapi juga memperkuat rasa memiliki serta memberdayakan warga.

TAGS : Camat Langke Rembong Dana Kelurahan Tepat Sasaran Warga Rasakan Manfaat Nyata