KATANTT.COM---SMP Negeri 14 Satarmese sukses memanen kacang tanah dan jagung hasil program Green School pada Jumat–Sabtu, 29–30 Agustus 2025. Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan sekolah bagi tanaman hortikultura.
Kepala SMPN 14 Satarmese, Maksimus Edon, menyebut panen kali ini adalah buah kerja kolaboratif seluruh warga sekolah. "Sejak awal tahun lalu kami sudah mengelola kebun sekolah bersama guru, murid, dan orang tua. Tahun lalu kami panen cabai keriting, terong, dan sayuran. Tahun ini kami memilih kacang tanah dan jagung sebagai tanaman utama," ujarnya.
Edon menegaskan, kehadiran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Satarmese menjadi tonggak penting agar pengelolaan kebun sekolah lebih terarah. "Selama dua tahun ini kami hanya bermodalkan pengalaman para guru. Dengan dukungan teknis dari penyuluh pertanian, kami berharap Green School bisa menjadi program prioritas sekolah sekaligus membekali murid dengan keterampilan bertani modern," katanya.
Kepala BPP Satarmese, Belasius Badur, menyambut positif inisiatif sekolah ini. Menurutnya, pembiasaan bertani sejak dini sangat penting untuk menjaga ketersediaan pangan di masa depan.
"Generasi muda yang mau bergerak di sektor pertanian jumlahnya semakin sedikit. Karena itu, langkah SMPN 14 Satarmese patut diapresiasi. Kami siap mendampingi secara teknis, mulai dari pengolahan lahan, persemaian benih, hingga menata kebun agar lebih produktif," ujar Belasius.
Sebagai bentuk dukungan, BPP Satarmese berkomitmen memberikan pendampingan intensif, menyalurkan benih hortikultura seperti cabai rawit dan pepaya California, serta membantu pembentukan kelompok tani sekolah. Dengan adanya kelompok tani, SMPN 14 Satarmese dapat secara resmi mengajukan dukungan program hortikultura ke Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai.
Menuju Sekolah Percontohan Green School
Wakasek Bidang Kesiswaan, Ferdinandus Leho, menilai pembentukan kelompok tani sekolah menjadi langkah strategis. "Ini bukan lagi sekadar kegiatan P5, melainkan program jangka panjang. Melalui kelompok tani, anak-anak bisa belajar berorganisasi sekaligus membuka akses lebih luas terhadap program pemerintah," katanya.
Sebagai wujud syukur, seluruh warga sekolah menggelar makan bersama hasil panen kacang tanah dan jagung. Murid dan guru menikmati hasil jerih payah mereka dengan cara sederhana namun penuh makna.
Ke depan, SMPN 14 Satarmese menargetkan diri menjadi sekolah percontohan Green School di Kabupaten Manggarai. Program ini akan diintegrasikan lebih dalam ke dalam kurikulum, khususnya pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kewirausahaan dan gaya hidup berkelanjutan.
Dengan kolaborasi erat antara sekolah dan
BPP Pertanian Satarmese, program Green School diyakini akan berkembang menjadi gerakan pendidikan agrikultur modern, sekaligus membentuk generasi muda yang mandiri dan berdaya di bidang pertanian.