Kasus Dugaan Penipuan Wisman di Labuan Bajo Berakhir Damai, Pelaku Minta Maaf
Wilibrodus Jatam | Rabu, 23/07/2025 21:19 WIB
Kasus Dugaan Penipuan Wisatawan di Labuan Bajo Berakhir Damai
KATANTT.COM---Kasus dugaan penipuan yang menimpa wisatawan asal Inggris, Mattew (35), di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berakhir damai. Perdamaian tercapai setelah dua terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada korban.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menyatakan bahwa Mattew telah memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. "Tadi siang, kami sudah pertemukan korban dengan terduga pelaku. Korban memutuskan tidak melanjutkan kasus ini karena telah menerima permintaan maaf dari para terduga pelaku," ujar AKP Lufthi pada Rabu (23/7/2025) malam.
Terduga Pelaku Bukan Pemandu Wisata
Kedua terduga pelaku diidentifikasi berinisial TS (29) dan YP (29), keduanya warga Labuan Bajo dan diketahui berprofesi sebagai sopir. AKP Lufthi menjelaskan bahwa keduanya bukanlah pemandu wisata, melainkan sopir travel antar kabupaten.
Kejadian Bermula dari Janji Snorkeling Palsu
Sebelumnya, Mattew (35) dan rekannya mengaku menjadi korban dugaan penipuan pada Minggu (20/7). Mereka dijanjikan pengalaman snorkeling di tempat eksotis, namun berakhir harus menyeberang laut menggunakan rakit styrofoam dan tidak menemukan spot snorkeling yang dijanjikan.
Awalnya, Mattew mencari alternatif spot snorkeling di luar trip yang sudah ia pesan ke Taman Nasional Komodo (TNK). Ia memposting keinginannya di grup Facebook, yang kemudian ditanggapi oleh YP (29). YP menawarkan trip snorkeling ke Nuca Molas atau Pulau Mules, yang disebutnya memiliki spot snorkeling yang lebih baik dibandingkan Pulau Kanawa yang hanya berjarak 20 menit dari Labuan Bajo.
"YP komen bilang dia bisa bawa kami ke pulau yang baik untuk snorkeling. Dia promosi ada tempat yang bagus untuk snorkeling, pulau yang indah namanya Nuca Molas," terang Mattew.
Pengalaman Mengecewakan dan Pembayaran Rp 2 Juta
Setibanya di lokasi penyeberangan, Mattew dan rekannya diminta naik rakit styrofoam berukuran sekitar 1x2 meter untuk menyeberang ke perahu. Rakit itu didayung secara manual selama 10 menit, dan Mattew sempat merekam momen tersebut.
Setelah berhasil naik perahu, yang disebut dalam kondisi rusak dan bermasalah dengan mesin, mereka akhirnya tiba di Nuca Molas. Namun, lokasi tersebut ternyata tidak memiliki spot snorkeling seperti yang dijanjikan.
"Sampai di sana ternyata tidak ada snorkeling spot seperti yang dijanjikan, lalu kami diantar pulang," keluh Mattew. Untuk trip yang mengecewakan ini, Mattew mengaku telah membayar Rp 2 juta kepada YP.
Harapan untuk Masa Depan Pariwisata Labuan Bajo
AKP Lufthi berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di Labuan Bajo, mengingat statusnya sebagai kawasan destinasi pariwisata super premium.
"Diharapkan, ini menjadi pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Daerah ini harus kita jaga, terlebih keamanan dan kenyamanan para wisatawan," pungkas AKP Lufthi.
TAGS : Kasus Dugaan Penipuan Wisman di Labuan Bajo Berakhir Damai Pelaku Minta Maaf