Kisah Pilu Guru Manggarai : Saldo Rp 58 Juta Ludes, Bank NTT Peringatkan Modus Penipuan

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 11/07/2025 15:19 WIB

KATANTT.COM---Seorang guru di Manggarai, Yosefina Maristalda Jenudin, harus menelan pil pahit. Saldo rekening Bank NTT miliknya mendadak ludes puluhan juta rupiah, menyisakan hanya Rp 40.000 dari total Rp 58.606.000. 
  Kantor Bank NTT Cabang Ruteng
KATANTT.COM---Seorang guru di Manggarai, Yosefina Maristalda Jenudin, harus menelan pil pahit. Saldo rekening Bank NTT miliknya mendadak ludes puluhan juta rupiah, menyisakan hanya Rp 40.000 dari total Rp 58.606.000. 
 
Yosefina menceritakan kronologi kejadian yang bermula pada Senin, 26 Mei 2025. Sekitar pukul 10.22 WITA, ia melakukan transfer Rp 6.500.000 melalui aplikasi B`pung Mobile NTT. Setelah transaksi, saldonya tercatat normal, yaitu Rp 58.606.000.
 
Keanehan muncul pada hari yang sama, sekitar pukul 19.00 WITA. Saat Yosefina mencoba mengisi pulsa, aplikasi B`pung Mobile NTT menampilkan notifikasi "Nomor Pin anda sudah kadaluarsa". Setelah tiga kali mencoba PIN yang sama dan selalu gagal, akunnya langsung terblokir. Merasa ada yang tidak beres, Yosefina segera mendatangi kantor Bank NTT Cabang Ruteng keesokan harinya.
 
Terkejut Saat Saldo Tersisa Puluhan Ribu
 
Pada 2 Juni 2025, Yosefina berhasil mengaktifkan kembali akunnya di layanan pelanggan (CS) Bank NTT Cabang Ruteng. Betapa terkejutnya ia saat mengecek saldo melalui aplikasi B`pung Mobile NTT; dari Rp 58.606.000, kini hanya tersisa Rp 40.000.
 
Untuk mengetahui duduk perkaranya, Yosefina segera mencetak rekening koran di Bank NTT Cabang Ruteng. Dari sana terungkap dua transaksi mencurigakan yang tak pernah ia lakukan: transfer Rp 50.000.000 pada pukul 11.48 WITA dan Rp 6.500.000 pada pukul 11.50 WITA. Kedua dana tersebut ditransfer ke rekening Bank BNI atas nama Bagus Panuwun dan Rokimah.
 
Yosefina telah mengadukan kejadian ini ke Bank NTT pada 4 Juni 2025. Pihak bank menyatakan laporan akan diteruskan ke pusat dan akan ada penyelidikan untuk menentukan apakah kesalahan ada pada nasabah atau sistem bank. "Empat belas hari setelah laporan, pihak bank hanya menyampaikan bahwa dana sudah ditransfer ke rekening tujuan di BNI, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana transaksi tersebut bisa terjadi," keluh Yosefina. Pihak keluarga juga sudah mendatangi Bank BNI, namun data nasabah penerima tidak dapat diungkap secara implisit.
 
Bank NTT Sarankan Nasabah Mengadu ke OJK dan Edukasi Keamanan Digital
 
Menanggapi insiden ini, Wakil Pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng, Yustinus A. Pala, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan hasil pemeriksaan tim IT Bank NTT kepada Yosefina. "Berdasarkan hasil pemeriksaan tim IT Bank NTT bahwa nasabah Yosefina telah melakukan transfer uang ke Bank BNI," ujar Yustinus saat dimintai konfirmasi pada Jumat, (11/7/2025).
 
Terkait tujuan transaksi, Yustinus menegaskan bahwa otoritasnya ada pada pemilik rekening. Jika nasabah merasa ada kejanggalan, ia menyarankan Yosefina untuk tidak ragu mengajukan pengaduan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan ekosistem perbankan yang transparan dan akuntabel," ungkap Yustinus. Ia menambahkan, "Dengan adanya kanal pengaduan resmi, nasabah memiliki wadah untuk menyuarakan keluhan mereka secara independen. Hal ini juga membantu OJK dalam memantau dan mengevaluasi kinerja perbankan secara menyeluruh."
 
Lebih lanjut, Yustinus menekankan pentingnya edukasi bagi nasabah terkait maraknya modus penipuan online. Bank NTT secara proaktif telah melakukan sosialisasi dan mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh nasabah mengenai modus penipuan melalui media sosial, terutama yang melibatkan tautan berbahaya. Tautan semacam itu, jika diklik, dapat menyebabkan pencurian data dan hilangnya akses ke rekening.
 
"Jangan mudah percaya pada tautan berhadiah atau undian yang mengatasnamakan Bank NTT, terutama yang beredar di media sosial seperti Facebook. Jangan percaya karena itu modus penipuan yang dibuat oknum yang tidak bertanggung jawab," pungkas Yustinus, mengingatkan nasabah untuk selalu waspada demi keamanan transaksi perbankan mereka," ujar dia.
 
Bank NTT menegaskan bahwa nomor Call Center resmi yang dapat dihubungi adalah 14013. Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan layanan Live Chat melalui WhatsApp di nomor 0811-38-14013. Kedua saluran ini siap melayani nasabah 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

"Jika ada nomor lain yang menghubungi Anda dan mengaku dari Bank NTT namun tidak memiliki tanda centang biru (Verified Badge) di samping nama Bank NTT, maka dapat dipastikan itu adalah penipuan," tutup Yustinus.
 
 
 
TAGS : Kisah Pilu Guru Manggarai Saldo Rp 58 Juta Ludes Bank NTT Peringatkan Modus Penipuan