Tiga Penenun Asal Belu Ikut Pelatihan Pewarna Alam di Sumba Timur

Yansen Bau | Kamis, 29/05/2025 19:43 WIB

KATANTT.COM---Tiga penenun asal Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL menapaki langkah baru dalam perjalanan melestarikan warisan budaya, dengan mengikuti pelatihan pewarnaan alam di Sumba Timur. (dok.ist)

KATANTT.COM---Tiga penenun asal Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL menapaki langkah baru dalam perjalanan melestarikan warisan budaya, dengan mengikuti pelatihan pewarnaan alam di Sumba Timur.

Adapun, ketiga penenun itu antara lain, Oktoviana Hati asal Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Nofiana Hendriques Fernandes dan Selviana Soi Lae asal Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak wilayah Belu.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belu dan Bank NTT Cabang Atambua, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas tenun ikat lokal.

Dalam acara pembukaan pelatihan yang digelar pada 27 Mei 2025, Ketua Dekranasda Belu, Ny. Vivi Ng Lay menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank NTT Cabang Atambua atas komitmen dan dukungannya terhadap program-program Dekranasda.

Baca juga :

“Kami percaya bahwa pewarnaan alam bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang identitas dan kelestarian lingkungan. Besar harapan kami, setelah kembali ke Belu para penenun ini dapat menularkan ilmu yang mereka peroleh kepada komunitas penenun lainnya,” ujar dia dalam keterangan persnya yang diterima media, Kamis (29/5/2025).

Dijelaskan, selama empat hari, dari tanggal 27 hingga 30 Mei 2025, para penenun dibimbing langsung oleh maestro pewarnaan alam Indonesia, Kornelis Ndapakamang, di Sanggar Tenun yang telah lama dikenal sebagai pusat pembelajaran dan pelestarian teknik pewarnaan tradisional.

Tak hanya mengikuti pelatihan di ruang kelas dan bengkel kerja, para peserta juga diajak meninjau kebun pewarna alami dan melihat langsung proses produksi tenun khas Sumba.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Ny. Avi Gonsalves, yang menyaksikan langsung semangat dan antusiasme para penenun dalam menyerap ilmu.

Lanjut Vivi Lay, melalui inisiatif Dekranasda Belu berharap para pelaku tenun ikat di perbatasan dapat semakin berdaya, tidak hanya dalam menjaga nilai budaya, namun juga dalam membuka peluang ekonomi melalui produk tenun yang berkualitas tinggi, ramah lingkungan, dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

TAGS : Tiga Penenun Asal Belu Pelatihan Pewarna Alam Sumba