
Kasat Lantas Polres Belu, IPTU Petterson Riwu
KATANTT.COM---Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Belu mencatat sejak Januari hingga Mei 2025 terjadi sebanyak 30 kasus kecelakaan lalu lintas di jalanan Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.
Berdasarkan data tersebut menunjukkan sebanyak 8 orang korban laka lantas meninggal dunia. Sementara itu, luka berat sebanyak 14 orang dan luka ringan sebanyak 52 orang.
Menurut Kasatlantas Polres Belu, IPTU Marthen Luther Petterson,
penyebab utama kecelakaan lalu lintas di wilayah Belu didominasi pengaruh alkohol atau minuman keras (miras) yang dikonsumsi oleh pengemudi kendaraan.
"Sebagian besar kasus kecelakaan yang kami tangani melibatkan pengendara yang mengonsumsi alkohol. Ini menjadi penyebab fatal, karena refleks dan kesadaran mereka terganggu saat berkendara,” ujar dia, Rabu (28/5/2025).
Menurut Petter, wilayah Tasifeto Barat dan Tasifeto Timur menjadi dua Kecamatan dengan jumlah kasus kecelakaan tertinggi. Hal ini ditegaskan menjadi perhatian serius pihak Kepolisian karena tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga keselamatan warga pengguna jalan lainnya.
Lebih lanjut Petter juga menyoroti minimnya kesadaran warga dalam mematuhi aturan berkendara. Seperti tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor dan tidak kenakan sabuk pengaman saat mengemudi mobil, terutama saat bepergian di dalam maupun ke luar Kota Atambua.
"Kita himbau seluruh warga perbatasan Belu agar lebih berhati-hati dan disiplin dalam berkendara. Selain itu, kita juga
mengajak warga untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama di jalan raya," pesan dia.
"Gunakan helm standar saat mengendarai sepeda motor, dan mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil. Patuhi semua rambu dan aturan lalu lintas, baik saat berkendara dalam kota maupun keluar kota,” tambah Mantan Kasat lantas Polres TTU itu.
Lebih lanjut Petter juga mengajak seluruh warga Belu untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan raya dengan tidak mengonsumsi alkohol saat hendak mengemudi kendaraan.
TAGS : Laka Lantas di Belu Meningkat Delapan Korban MD Januari-Mei 2025