Aliansi Pemuda Poco Leok Demo Tolak Geotermal, Bupati Manggarai Tetap Mendukung Proyek Panas Bumi

Wilibrodus Jatam | Selasa, 04/03/2025 15:18 WIB

KATANTT.COM---Aliansi pemuda Poco Leok kembali melakukan aksi protes atas penetapan lokasi pengembangan PLTP Ulumbu di wilayah Poco Leok oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit pada Senin, (3/3/2025). Aliansi Pemuda Poco Leok Demo Tolak Geotermal, Bupati Manggarai Tetap Mendukung Proyek Panas Bumi, Senin (3/3/2025).

KATANTT.COM---Aliansi pemuda Poco Leok kembali melakukan aksi protes atas penetapan lokasi pengembangan PLTP Ulumbu di wilayah Poco Leok oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit pada Senin, (3/3/2025).

Aliansi Pemuda Poco Leok menilai, Bupati Hery secara diam-diam mengeluarkan SK perizinan pemboran eksplorasi Geotermal di Poco Leok kecamatan Satarmese tahun 2022.

"Sejak saat itu juga kami menyatakan dengan tegas secara terbuka bahwa kami masyarakat adat Poco Leok menolak pembangunan yang merusak ruang hidup dan ruang produksi kami," ujar koordinator aksi, Kristianus Jaret .

Kristianus menambahkan, yang menjadi dasar penolakan para pemuda Poco Leok adalah tidak mau ruang hidup warga masyarakat dan ruang produksi pertanian dirusaki oleh kepentingan bisnis kotor PT. PLN yang didanai oleh Bank Pembangunan Jerman (KFW).

Baca juga :

"Proses yang dilakukan oleh PT. PLN bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai dilakukan dengan proses yang tidak jujur yang ditandai oleh Penetapan lokasi secara diam-diam tanpa melibatkan partisipasi publik terutama masyarakat adat yang ada di 14 Gendang Poco Leok," papar pria asal Gendang Tere itu.

Ia juga mengatakan, pemerintah abaikan suara rakyat sejak Februari tahun 2023 lalu, masyarakat adat Poco Leok telah melakukan banyak hal secara terbuka untuk menolak proyek ini, termasuk mendatangi PT. PLN di PLN pusat di Jakarta Selatan, DKI Jakarta dan kementerian Energi dan sumber daya mineral (ESDM) di Jakarta Pusat, DKI Jakarta namun hingga saat ini suara kritis masyarakat terus diabaikan oleh Pihak-pihak tersebut.

Ia menambahkan, Masyarakat Poco Leok sudah melakukan 28 kali aksi dan pada pada tanggal 2 Oktober 2024, masyarakat kaum perempuan menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh aparat gabungan yang terdiri dari Polisi Pamong Praja (Pol PP), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengawal Pihak PLN dan Pemerintah Daerah Manggarai ke lokasi yang telah ditetapkan secara sepihak oleh Bupati Manggarai sebagai titik lokasi yang akan dilakukan proses pembangunan tambang panas bumi.

"Untuk itu, kami kaum muda Poco Leok menyatakan kembali mendesak agar cabut SK Bupati Manggarai terkait penetapan lokasi wilayah kerja Panas bumi di Wilayah Poco Leok," tegas Jaret.

Diketahui, meski para demonstran berhasil beraudensi dengan Bupati Manggarai di Kantor Bupati namun Bupati Hery tidak menyetujui untuk membatalkan penetapan lokasi wilayah kerja Panas bumi di wilayah Poco Leok dan masa aksi langsung meninggalkan ruangan audensi.

TAGS : Aliansi Pemuda Poco Leok Demo Tolak Geotermal