Industri Kecil Menengah Perlu Kesiapan Hadapi Era Digitalisasi

Yansen Bau | Minggu, 17/11/2024 12:06 WIB

KATANTT.COM---Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki peran penting serta kontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Kabupaten Belu. (dok.ist) Silvester Aristo Setiawan saat bawakan materi dalam kegiatan pelatihan layanan bisnis sentra IKM di aula Timor Hotel Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

KATANTT.COM---Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki peran penting serta kontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Kabupaten Belu.

Demikian Silvester Aristo Setiawan usai membawakan materi dalam kegiatan pelatihan layanan bisnis sentra IKM bertempat di aula Timor Hotel Atambua perbatasan RI-RDTL, Sabtu (16/11/2024).

Adapun materi yang dibawakan dirinya dalam pelatihan tersebut tentang layanan bisnis Industri Kecil Menengah.

Menurut dia, pelanggan merupakan faktor utama dalam layanan bisnis, sehingga dalam bentuk apapun layanan pelanggan merupakan hal yang sangat penting baik untuk skala kecil maupun besar.

"Layanan bisnis merupakan proses pemberian layanan kepada pelanggan atau konsumen baik yang bersifat materi maupun non materi untuk pemenuhan kepuasan pelanggan," ujar Aristo.

Jelas dia, jenis layanan bisnis terdiri dari layanan pelanggan berjalan. Pelayanan terhadap pelanggan yang dilakukan bertemu langsung secara fisik dengan pelanggan. Customer atau pelanggan harus datang ke kantor customer service (CS) dan menyampaikan keluhannya dan kebutuhannya. Kadang terjadi antrian panjang untuk mendapatkan layanan, jenis layanan ini cukup menyita waktu

Lalu, layanan pelanggan melalui email atau telepon. Dimana
perkembangan bisnis sekarang ini sudah masuk dalam era digitalisasi. Untuk menghemat biaya dan menerapkan layanan pelanggan virtual, tren yang sekarang ini digunakan untuk layanan pelanggan adalah dengan menggunakan layanan call service dan email untuk memudahkan penyampaian keluhan.

Berikut, layanan pelanggan melalui livechat. Livechat merupakan jenis layanan yang secara langsung dapat dilakukan berupa obrolan yang telah dipersonalisasi antara customer dan departemen layanan (CS).

"Kemampuan livechat dalam bahas bisnis adalah, bisnis akan selalu bergerak secara online dapat menjaga kedekatan dengan pelanggan setiap saat, biaya akan lebih hemat dan tren layanan akan terlihat lebih berkelas," terang salah satu pengusaha muda itu.

Selain itu, layanan self-service. Jasa layanan mandiri merupakan departemen customer service yang memberikan pelayanan lebih instan, ramah dan akurat, pelanggan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

"Keunggulan dari jenis layanan seperti ini dilihat dari pelanggan adalah solusi terhadap masalah yang dihadapi dapat ditentukan oleh pelanggan itu sendiri," kata Aristo.

Lanjut dia, layanan pelanggan melalui komunitas dan forum adalah layanan pelanggan yang dibangun oleh pengguna jasa layanan atau produk. Untuk penggunaan layanan ini sebuah bisnis atau usaha harus mampu menciptakan pengikut dan komunitas yang lebih besar berdasarkan brand yang mereka miliki.

"Manfaat layanan bisnis, membantu pelanggan untuk mengambil keputusan supaya membeli barang atau jasa yang ditawarkan. Menumbuhkan rasa percaya pelanggaran terhadap brang Atapupu jasa yang ditawarkan penjual. Menumbuhkan kepercayaan dan kepuasan kepada para pelanggan," bilang Aristo.

Tambah dia, pelatihan Layanan Bisnis Sentra IKM digelar
berhubung adanya kegiatan DAK Non Fisik yakni persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Pakan Ternak dalam mendukung Operasional Rumah Produksi Pakan Ternak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur.

Untuk diketahui, kegiatan digelar Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Belu dihadiri sejumlah pelaku usaha atau industri kecil menengah dengan para pemateri.

 

 

TAGS : Industri Kecil Menengah Perlu Kesiapan Era Digitalisasi