KSAD TNI Letakkan Batu Pertama Pembangunan 50 Unit RTLH di Belu Perbatasan RI-RDTL

Yansen Bau | Rabu, 31/07/2024 10:39 WIB

KATANTT.COM---Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan peletakan batu pertama pembangunan sebanyak 50 unit rumah dan sumur bor di Kabupaten Belu, Rabu (31/7/2024). KSAD TNI Jenderal Maruli Simanjuntak usai melakukan peletakan batu pertama menandai pembangunan rumah tidak layak huni di Desa Kabuna, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Rabu (31/7/2024)

KATANTT.COM---Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan peletakan batu pertama pembangunan sebanyak 50 unit rumah dan sumur bor di Kabupaten Belu, Rabu (31/7/2024).

Kegiatan kerjasama TNI AD dengan PT. Pertamina (Persero) berlangsung di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, perbatasan RI-RDTL dihadiri Pangdam IX/Udayana, Danrem 161 Kupang, Bupati Belu, Sekda Malaka, Dekan UNHAN Ben Mboi, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya.

KSAD Maruli mengatakan, selain pembangunan 50 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ada pula pembangunan sumur bor di lima titik dalam wilayah Kabupaten Belu. "Kita lihat banyak sekali rumah yang sangat tidak layak huni,dan bantuan ini mudah-mudahan bertahap program ini dan terus berjalan untuk membuat masyarakat lebih baik kedepannya," ujar dia.

Diuraikan bahwa, dari 50 unit bantuan rumah tidak layak huni ini, sebanyak 10 unit rumahnya dibangun di Kupang sedangkan 40 unitnya dibuat di wilayah perbatasan Belu. "Suatu saat tahapan-tahapan yang kita buat kepada masyarakat lebih baik lagi. Saya yakin akan ada tambahan ke depannya dan saya yakin dengan doa semua bisa berjalan kegiatannya," tambah Kasad Maruli.

Baca juga :

Mantan Pangdam IX Udayana itu berharap semua unsur masyarakat bisa kerjasama dengan TNI, dan ini pasti akan sangat cepat yang penting jangan membuat masalah yang menghambat. "Karena itu peran semua unsur masyarakat sangat penting memajukan pembangunan daerah," kata Kasad Maruli.

Akui dia, program sumur bor telah dilakukan dirinya saat menjabat Pangdam Udayana. Program sumur bor bertujuan menyediakan sumber air bersih bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kesulitan akses air. "Selain sumur bor kita juga perlu menyediakan fasilitas sanitasi, kamar mandi, cuci tangan," ungkap KSAD  Maruli.

Lebih lanjut dia berpesan kepada warga yang telah menerima bantuan agar menjaga dan merawat apa yang telah diberikan sehingga dapat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup sehari-hari.

Pada kesempatan itu, KSAD TNI Jenderal Maruli didampingi Pangdam, Danrem dan Bupati Belu menyerahkan bantuan sebanyak 500 paket sembako secara simbolis kepada perwakilan warga di lokasi setempat.

Diketahui sesuai jadwal kegiatan, usai peletakan batu pertama pembangunan rumah dan sumur bor, KSAD Maruli memberikan pengarahan kepada para prajurit TNI di perbatasan RI-RDTL bertempat di Mako Satgas Sesekoe, Umanen, Kecamatan Atambua Barat.

 

 

TAGS : KSAD Jenderal Maruli Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni Perbatasan RI-R