
Anggota AJI Kupang yang tergabung dalam Forum Jurnalis Pengawal Reformasi (FJPR) NTT saat menggelar aksi demo menolak revisi RUU Penyiaran ke DPRD NTT, Jumat (7/6/2024).
KATANTT.COM--Tujuh organisasi jurnalis di Kota Kupang yang tergabung dalam Forum Jurnalis Pengawal Reformasi NTT yang terdiri atas AJI Kupang, PWI NTT, IJTI NTT, AMSI NTT, SMSI NTT, JOIN NTT dan JMSI NTT bergerak bersama menggelar aksi demo ke Gedung DPRD NTT menolak revisi RUU Penyiaran, Jumat (7/6/2024).
Aksi demo ini mendapat pengawalan ketat aparat Polresta Kupang Kota dipimpin Wakapolresta Kupang Kota, AKBP, Okto Wadu Ere. Massa aksi FJPR NTT sebanyak 70 orang ini diterima oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT, Ana Kolin dan empat anggota Komisi I DPRD NTT yakni Gozalo Saga, Vinsensius Pata.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Anna Djukana, pengurus AJI Indonesia, FJPR NTT menyoroti soal revisi RUU Penyiaran oleh DPR RI yang mengancam kebebasan pers, kebebasan berekspresi, kriminalisasi jurnalis, dan independensi jurnalis.
FJPR NTT juga menilai revisi UU Penyiaran ini berpotensi engancam keberlangsungan lapangan kerja bagi pekerja kreatif: Karena itu, FJPR NTT menyerukan:- DPR RI segera menghentikan pembahasan Revisi Undang-Undang Penyiaran yang mengandung pasal-pasal bermasalah ini.
"DPR RI harus melibatkan organisasi pers, akademisi, dan masyarakat sipil dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Memastikan bahwa setiap regulasi yang dibuat harus sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan pers," kata Anna Djukana.
FJPR NTT sambung Anna Djukana menyerukan agar seluruh insan pers, pekerja kreatif dan pegiat media sosial di Jakarta untuk bersiap turun ke jalan melakukan aksi protes ke DPR RI.
Kebebasan pers dan kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang harus dijaga dan dilindungi. Untuk itu, kami akan terus mengawal proses legislasi ini dan siap melakukan aksi massa jika tuntutan kami tidak dipenuhi.
TAGS : FJPR NTT Demo Tolak Revisi RUU Penyiaran