Tak Kantongi Ijin, Baliho Ganjar Pranowo di Kupang Dicopot Pemilik Lahan

Imanuel Lodja | Senin, 07/08/2023 06:30 WIB

Baliho ukuran besar bergambar calon presiden PDI-P, Ganjar Pranowo diturunkan oleh seorang warga Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/8/2023). Baliho yang juga bergambar Presiden Joko Widodo itu terpaksa diturunkan karena dipasang di papan reklame milik warga Lasiana Kecamatan Kelapa Lima bernama Ako Giri tanpa izin. Baliho ukuran besar bergambar calon presiden PDI-P, Ganjar Pranowo diturunkan oleh seorang warga Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/8/2023).

KATANTT.COM--Baliho ukuran besar bergambar calon presiden PDI-P, Ganjar Pranowo diturunkan oleh seorang warga Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/8/2023). Baliho yang juga bergambar Presiden Joko Widodo itu terpaksa diturunkan karena dipasang di papan reklame milik warga Lasiana Kecamatan Kelapa Lima bernama Ako Giri tanpa izin.

Bahkan spanduk itu dipasang oleh sekelompok orang bercadar saat subuh. Ako Giri mengaku, selama ini papan besi yang didirikan di halaman rumahnya itu kosong tanpa reklame. Namun pada 3 Agustus subuh, tetangganya yang membuka usaha 24 jam mengaku melihat sekelompok orang bercadar memasang baliho bergambarkan Ganjar Pranowo dan Joko Widodo.

Setelah memanjat dan memasang baliho di papan reklame miliknya, sekelompok orang bercadar tersebut pergi meninggalkan lokasi. Karena tidak ada konfirmasi baliho ini milik siapa, Ako Giri memutuskan untuk mencopot dari papan reklame miliknya.

"Ini papan reklame milik saya, lahan juga milik saya pribadi. Pagi harinya saya lihat kok sudah ada pemasangan iklan di papan saya, saya kaget. Saya tunggu hingga hari ini tidak ada konfirmasi milik siapa, ya saya putuskan untuk turunkan baliho ini," jelasnya, Minggu (6/8/2023).

Baca juga :

Menurutnya, sejumlah saksi yang melihat, ada sekitar enam orang memakai cadar semuanya. Mereka menggunakan mobil untuk mengangkut baliho lalu kembali dan tinggal oknum-oknum yang memasang. "Setelah pasang baliho di papan reklame milik saya, mereka pergi," tambah Ako Giri.

Sebelum mencopot, Ako Giri mengaku sudah berusaha untuk mengkonfirmasi baliho ini ke rekan-rekannya di partai, serta agen periklanan di Kota Kupang namun tidak ada yang mengetahui pemiliknya. "Pemasangan iklan seperti ini kan harus diketahui Dispenda Kota Kupang. Ini tanpa informasi dan konfirmasi. Saya tidak tahu ini tujuan untuk apa, tapi saya tidak ada urusan dengan ini, karena ini lahan saya dan saya berbisnis di sini," tegasnya.

Ako Giri berharap dengan pencopotan baliho valon Presiden Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo ini bisa menyadarkan orang-orang dibalik pemasangan, bahwa sesuatu harus dilakukan secara profesional dan elegan. "Jadi kalau memang ada yang mau pasang di tempat saya, mari kita bicarakan teknisnya karena dengan papan reklame ini saya harus berkontribusi terhadap pendapatan daerah, saya harus bayar pajak ke Kota Kupang," tutup Ako Giri.

 

 

TAGS : Kota Kupang Baliho Ganjar Pranowo Copot