Dengar Curhat Kaum Difabel, Kapolda NTT Sampaikan Aturan Khusus Berkendaraan

Imanuel Lodja | Jum'at, 17/03/2023 17:02 WIB

Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Johni Asadoma, MHum, terus membangun komunikasi dan sinergitas serta kerjasama dan mendengarkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat. Jumat (17/3/2023), Kapolda NTT melakukan kegiatan Jumat curhat dengan Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) NTT. Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma melakukan kegiatan Jumat Curhat dengan Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) NTT, Jumat (17/3/2023).

KATANTT.COM--Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Johni Asadoma, MHum, terus membangun komunikasi dan sinergitas serta kerjasama dan mendengarkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat. Jumat (17/3/2023), Kapolda NTT melakukan kegiatan Jumat curhat dengan Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) NTT.

Kegiatan ini menghadirkan 16 orang penyandang difabel, tokoh agama, Lurah Naikoten, serta masyarakat di jalan Noelmina Dalam, Naikoten I Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma mendengar langsung curhatan dari para penyandang difabel dan masyarakat setempat. “Kehadiran kami di sini untuk mendengarkan langsung curhatan dan masukan. Mudah-mudahan kami dapat memberikan jalan keluar baik langsung dari Polri maupun akan kami salurkan ke instansi lainnya yang terkait dan berwenang,” ujar Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma mengawali kegiatan Jumat Curhat.

Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma mengatakan bahwa salah satu tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk berkomunikasi dengan masyarakat. “Tugas Polisi salah satunya adalah melayani dan melindungi anggota disamping tugas menjaga keamanan dan ketertiban," ujarnya.

Baca juga :

"Melayani itu termasuk mendengar keluhan dari masyarakat, nanti kita carikan jalan keluarnya bagaimana permasalahan itu dapat diatasi karena itu saya mempersilahkan bapa mama saudara/i sekalian untuk menyampaikan permasalahan yang ada. Apa saja, termasuk juga koreksi terhadap kami Polisi dan kami akan terima dan berupaya untuk memperbaiki organisasi Polri ini sehingga kami dapat memenuhi harapan dari masyarakat,” tambah Johni Asadoma membuka sesi tanya jawab.

Kegiatan sesi tanya jawab ini berlangsung kurang lebih satu jam, berbagai pertanyaan dan masukan serta saran diberikan kepada Kapolda NTT, Irjen Pol Johni Asadoma. Dan, orang nomor satu di jajaran Polda NTT menanggapi setiap pertanyaan dengan cukup antusias dan humanis.

Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma mengatakan bahwa kehadirannya di Rumah Garamin ini dimana para penyandang difabel mendapatkan wadah untuk berkumpul dan berinteraksi serta saling membantu. “Saya sangat bahagia bisa berada di sini," katanya.

"Dan saya menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT agar kita memandang saudara-saudara kita penyandang difabel ini sebagai manusia seutuhnya, memberikan hal-hak mereka secara penuh dan kita juga ikut membantu mengangkat harkat dan martabat mereka serta membantu dalam kehidupan setiap hari agar mereka bisa mandiri. Berikan dorongan moril kepada mereka sehingga bisa setara dengan warga masyarakat lainnya. Jadi inklusi (setara) merupakan harapan dari rekan-rekan kita penyandang difabel. Mari kita ciptakan inklusi bagi mereka,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma mengatakan akan menyampaikan ke jajarannya terkait kegiatan Jumat Curhat dengan sasaran penyandang difabel. “Saya akan sampaikan ke jajaran agar melaksanakan kegiatan Jumat curhat, sehingga mereka bisa mendengar, mengakomodir dan memberikan jalan keluar terhadap permasalah yang dihadapi dari saudara-saudara kita penyandang difabel ini,” tambahnya.

Terkait penggunaan kendaraan oleh penyandang difabel, Kapolda NTT mengatakan bahwa ada aturan khusus yang diterapkan bagi mereka. “Untuk berkendaraan, tentu ada aturan khusus bagi penyandang difabel yang akan kita terapkan bagi mereka. Dengan memperhatikan faktor-faktor lain terutama faktor keselamatan bagi mereka sendiri. Tapi kita akan mengakomodir semaksimal mungkin sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan kebijakan atau kearifan lokal,” pungkasnya.

Kegiatan Jumat Curhat diakhiri dengan penyerahan buku pemantauan pemenuhan hak-hak disabilitas dari formasi disabilitas forum masyarakat pemantau untuk Indonesia inklusi dan buku policy peper urjensi pemenuhan akomodasi yang layak dlm proses peradilan dan penyediaan bantuan hukum bagi penyandang disabilitas di NTT kepada Kapolda NTT, Irjen Pol Johni Asadoma.

Sementara Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma menyerahkan cindera mata berupa plakat dan talih asih sebagai wujud kepedulian kepada penyandang difabel.

TAGS : Kapolda NTT Jumat Curhat Kaum Difabel