
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan rombongan saat meninjau Bendungan Kambaniru guna melihat langsung kondisi bendungan yang rusak parah tersebut.
katantt.com--Bendungan Kambaniru di Kabupaten Sumba Timur Pulau Sumba, termasuk salah satu bendungan yang segera diperbaiki/rehab dengan anggaran senilai Rp 90 miliar bersumber dari APBN 2021 dan 2022.
Saat siklon badai Seroja melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada April 2021 lalu, Bendungan Kambaniru mengalami kerusakan cukup parah hingga jebol.
Sementara penanganan permanen perbaikan masih dalam tahap persiapan desain dengan kebutuhan rehab Bendungan Kambaniru Rp 90 miliar, yakni melalui APBN tahun 2021 sebesar Rp 67,5 miliar dan tahun 2022 sebesar Rp 22,5 miliar.
Dan Jumat (4/6/2021), Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa didampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan ke Pulau Sumba termasuk ke Bendungan Kambaniru di Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa bersama rombongan tiba menggunakan menggunakan pesawat private flight type A/C di Bandar Udara Umbu Mehang Kunda.
Kedatangan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa disambut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Sumba Timur, Kristofel Praing, Wakil Bupati Sumba Timur David Melo Wadu bersama Forkompinda.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan rombongan langsung ke lokasi Bendungan Kambaniru guna melihat langsung kondisi bendungan yang rusak parah tersebut.
Meski rusak parah namun demi mencukupi kebutuhan air para petani dan masyarakat sekitar, dilakukan penanganan yang bersifat darurat dengan merencanakan empang dan tanggul di hulu sungai sejauh 300 meter dari sungai menggunakan beronjong.
Dengan tujuan mengalirkan air ke bangunan pengambilan air dengan saluran pengalih sehingga air mampu mengalir kembali ke saluran irigasi.
Bupati Sumba Timur, Kristofel Praing menyampaikan terima kasih kepada Menteri PPN/Bappenas Suharso Manoarfa dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang telah melihat langsung kondisi Bendungan Kambaniru.
Kristofel menyebut Bendungan Kambaniru sebagai salah satu infrastruktur yang memiliki peran penting dalam sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat di Sumba Timur.
“Saya pikir dengan kunjungan pak menteri dan pak gubernur, memberi harapan bagi masyarakat Sumba Timur dan pemerintah kabupaten untuk dapat bangkit menyelesaikan beberapa infrastruktur di antaranya Bendungan Kambaniru," katanya.
Ia menjelaskan Bendungan Kambaniru mengairi 1440 hektare sawah dan ribuan masyarakat menggantungkan hidup dari bendungan tersebut.
Usai meninjau Bendungan Kambaniru, Menteri PPN/Bappenas Suharso Manoarfa bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan rombongan mengunjungi Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba Timur yang merupakan satu satunya universitas di Pulau Sumba.
Setelah itu, Menteri PPN/Bappenas Suharso Manoarfa bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan rombongan
langsung menuju areal food estate (lumbung pangan) di Kabupaten Sumba Tengah.
Menteri PPN/Bappenas, Suharso Manoarfa menyampaikan bahwa food estate adalah wujud dan komitmen Pemerintah Daerah NTT dalam menjaga stabilitas pangan serta menghadirkan pertanian yang maju dan modern.
“Saya ingin melihat major project yang ada di Sumba seperti food estate dapat berjalan dengan baik ke depan, sehingga benar-benar dapat mewujudkan apa yang dinamakan ketahanan pangan, serta pertanian juga semakin maju dan modern,” paparnya.
Selain itu, terkait dengan potensi energi terbarukan yang ada di Pulau Sumba, Pempus sangat mendukung melalui penelitian yang sementara dikerjakan.
Pasalnya, untuk menghasilkan listrik dalam jumlah yang besar, sekitar 20 gigawatt dalam kawasan ini, maka diperlukan beberapa indikator tertentu yang harus terpenuhi, seperti lamanya sinar matahari, keterikan mataharinya, dantitik inklimasi yang paling baik.
Untuk diketahui sejak tahun 2020 Pulau Sumba dijadikan daerah percontohan untuk energi terbarukan di Indonesia. Potensi yang dimiliki Pulau Sumba sehingga menjadi daerah percontohan untuk energi terbarukan melalui program “Sumba Iconic Island”.
Dimana Program “Sumba Iconic Island” merupakan wujud keberpihakan negara untuk menciptakan pemerataan pembangunan di pulau-pulau terluar dan daerah tertinggal melalui peningkatan akses energi berkelanjutan. (humaspemprovntt)
TAGS : Kunker Menteri PPN/Bappenas ke Sumba