Jalur Darat ke Daerah Terisolir di Alor Sudah Bisa Dilalui Usai Bencana

Imanuel Lodja | Rabu, 14/04/2021 17:32 WIB

Setelah terisolir selama satu pekan pasca bencana alam dan badai Seroja, dua desa di Kabupaten Alor bisa dilalui melalui jalur darat. Wakil Gubernur NTT Joseph Nai Soi dan Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas, SIK saat menemui warga di 2 desa yang semula terisolir.

katantt.com--Setelah terisolir selama satu pekan pasca bencana alam dan badai Seroja, dua desa di Kabupaten Alor bisa dilalui melalui jalur darat.

"Jalur darat untuk distribusi bantuan bencana sudah bisa mencapai ke Desa Lipang Pido kecamatan Alor Timur Laut," tandas Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas, SIK, Rabu (14/4/2021).

Jalur yang bisa dilalui dengan jalur darat yakni jalur melalui Desa Taramana, Kenaringbala sampai Timomang sudah dapat dilalui kendaraan roda 4.

Kemudian jalur dari Timomang ke Lipang baru bisa dilalui menggunakan angkutan roda dua.

Terbukanya akses jalur darat ini memudahkan distribusi bantuan kepada masyarakat dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di desa ini.

Sejak Minggu (11/4/2021), korban di kedua desa ini telah menerima bantuan sembako dengan menggunakan Heli BNPB yang standby di Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Untuk diketahui Desa Pida dan Lipang, daerah yang sebelumnya terisolir karena putusnya jalur darat, adalah desa yang terletak di Kecamatan Alor Timur Laut merupakan desa terdampak bencana.

Terdapat 5 titik jalan menuju kedua desa tersebut yang longsor.

Di Desa Lipang terdapat 17 korban bencana dengan perincian 5 korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 12 masih dalam tahap pencarian oleh tim gabungan TNI Polri dan Basarnas.

Selain itu, Tim Mabes polri yang dipimpin langsung oleh Kakorpolair Baharkam Polri bersama Dankorbrimob Polri dengan membawa 2 anjing pelacak.

Tim Mabes Polri datang langsung ke lokasi dengan menggunakan kapal Barata 8004 milik Koorpolair Baharkam Polri.

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas mengaku distribusi bantuan sembako ke Desa Pido oleh BNPB menggunakan heli PK TPF dengan berat bantuan sembako yang didistribusikan adalah 350 kilogram.

Heli tersebut diawaki oleh 4 crew, sedangkan ke desa Lippang dengan menggunakan heli PK USE, dengan berat muatan 373 kilogram yang diawaki oleh 4 crew.

 

 

TAGS : Daerah Terisolasi Bencana Sudah Dibuka