Akses Sulit Dijangkau, Warga Tandu Peti Jenasah Lintasi Sungai ke Rumah Duka

Imanuel Lodja | Minggu, 21/02/2021 17:04 WIB

Hujan intensitas sedang dan besar disertai angin membawa banyak dampak bagi masyarakat. Warga harus melewati sungai sambil memikul peti jenasah yang khusus di bawa dari Kota Soe ibukota Kabupaten TTS ke Desa Lilana Kecamatan Nunbena sebelum dipakai memakamkam salah satu tokoh masyaakar dan tokoh adat setempat.

Katantt.com--Hujan intensitas sedang dan besar disertai angin membawa banyak dampak bagi masyarakat.

Sejumlah sungai di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur meluap.

Debit air makin tinggi disertai banjir sedang.

Sungai yang biasanya kering menjadi penuh air disertai banjir akibat limpahan air yang cukup besar karena hujan.

Di Desa Lil`ana Kecamatan Nunbena, Kabupaten TTS, warga harus bertarung di sungai melintasi sungai untuk menggotong peti jenasah yang dibawa ke rumah duka untuk memakamkan jenasah.

Adalah Marthinus Liem,72, tokoh adat dan tokoh masyarakat di Kecamatan Nunbena meninggal dunia karena sakit dan sudah lanjut usia.

Prosesi pemakaman dilakukan pada Minggu (21/2) siang.

Prosesi pemakaman pun sudah dilakukan namun pemakaman ini masih menyisakan banyak cerita. 

Pasalnya, keluarga dan warga harus memikul peti jenasah yang dibawa dari Kota Soe karena akses jalan yang sangat parah dan sulit dilewati kendaraan.

Keluarga dan warga harus memikul peti jenasah beberapa kilometer dan melintasi 7 sungai yang saat itu sedang banjir.

Pengusungan peti jenasah yang dibawa khusus dari Kota Soe ini dilakukan sejumlah pria juga diikuti Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay,SH,MH.

Saat itu warga sempat berhenti beberapa kali karena hujan turun dan derasnya banjir di beberapa sungai yang dilintasi.

Warga berjalan kaki dan melintasi sungai hingga tiba di lokasi pemakaman.

Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay,SH,MH, mengakui kalau Desa Lil`ana, Kecamatan Nunbena merupakan salah satu desa terpencil di Kabupaten TTS.

Diakuinya, selain akses jalan yang parah, desa tersebut juga belum mendapat jaringan listrik.

Warga yang hendak memakamkan jenasah harus melintasi sungai.

Desa Lil`ana adalah akses jalan menuju lajur jalan segmen 40 Provinsi NTT di Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang.

Wilayah ini menghubungkan Kabupaten TTS ke ruas jalan Kabupaten Kupang melalui segmen 40 jalan Provinsi NTT menuju Naikliu dan Takari, Kabupaten Kupang dengan panjang ruas jalan tersebut 40 kilometer.

Wakil Bupati TTS, Army Konay sempat mengusulkan agar jalan di lokasi tersebht diubah status dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.

Namun perubahan status jalan tersebut perlu pengkajian.

"(Usul perubahan) jadi jalan provinsi yang menghubungkan jalan kabupaten TTS dan Kabupaten Kupang, juga jalan alternative menuju Napan yang merupakan segi tiga emas menuju Oekusi, Timor Leste," tandasnya.

TAGS : Pemakaman Melewati Sungai