550 Warga Mengungsi Usai Gunung Semeru Gugurkan Awan Panas

Asrul | Selasa, 01/12/2020 12:42 WIB

Guguran awan panas Gunung Semeru terjadi pada Selasa pukul 01.23 WIB Aktifitas Gunung Semeru

Katantt.com - Sebanyak 550 warga mengungsi setelah Gunung Semeru, Jawa Timur mengeluarkan awan panas pada Selasa dini hari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan guguran awan panas terjadi pada pukul 01.23 WIB.

Setelah itu, guguran awan panas terpantau mencapai 3.000 meter dari puncak pada pukul 02.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menuturkan para pengungsi tersebar dua titik yakni pos pantau Gunung Semeru dan di Desa Supiturang.

Baca juga :

“Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lumajang sudah mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, seperti makanan siap saji, dapur umum dan masker,” kata Raditya melalui siaran pers, Selasa.

BPBD dan dinas kesehatan juga telah membagikan 4 ribu masker, sedangkan dinas sosial telah menyiapkan dapur umum untuk para pengungsi.

Menurut BNPB, ada sejumlah lokasi di Lumajang yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru yakni Desa Supiturang, Desa Oro-oro Ombo dan Rowobaung diKecamatan Pronojiwo, serta Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas pada radius 1 kilometer dan di wilayah sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif.

Pasalnya sektor tersebut merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru sebagai alur luncuran awan panas.

Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada level II atau ‘Waspada’ hingga hari ini.(Anadolu Agency)

TAGS : Gunung Semeru BNPB Awanh Panas