• Nusa Tenggara Timur

Sungai Bonpo di Amfoang Barat Laut Makan Korban, Warga Faumes Tewas Terseret Banjir

Imanuel Lodja | Rabu, 25/03/2026 09:03 WIB
Sungai Bonpo di Amfoang Barat Laut Makan Korban, Warga Faumes Tewas Terseret Banjir Anggota Polsek Amfoang Utara bersama Babinsa dan warga setempat mengevakuasi jenazah korban yang tewas terseret banjir.

KATANTT.COM--Noh Baitanu (66), seorang pria lanjut usia (lansia) di Kabupaten Kupang meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Kali Bonpo, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Selasa (24/3/2026).

Korban merupakan seorang petani asal Dusun III, Desa Faumes, Kabupaten Kupang. Noh ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 09.30 wita setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat menyeberangi sungai.

Peristiwa ini bermula pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 15.00 wita ketika korban pulang dari Pasar Oefetis bersama sejumlah warga.

Namun setibanya di Desa Honuk, mereka tidak dapat menyeberang karena debit air sungai meningkat akibat banjir, sehingga memutuskan untuk bermalam di lokasi tersebut. Sekitar pukul 00.00 wita, korban bersama cucunya nekat menyeberangi sungai.

Saat berada di tengah arus yang deras, korban tiba-tiba hilang dari pandangan. Sang cucu yang menyaksikan kejadian tersebut kemudian melaporkan kepada warga lain.

Upaya pencarian dilakukan oleh warga sejak pagi hari hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 09.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia di tengah sungai dengan posisi tubuh melintang di atas pasir.

Kapolsek Amfoang Utara, Iptu Valentinus M. Beribe bersama personel Polsek, Koramil 1604-03 Amfoang, serta tenaga medis dari Puskesmas Soliu langsung ke lokasi kejadian untuk penanganan.

Petugas melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, pemeriksaan awal terhadap jenazah, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala, tangan, dan kaki, yang diduga akibat benturan saat terseret arus sungai.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Desa Faumes. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Kondisi sungai saat kejadian memiliki lebar sekitar 200 meter dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 150 sentimeter. Jarak korban terseret hingga ditemukan diperkirakan mencapai lima kilometer.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi debit air meningkat, guna menghindari kejadian serupa.

FOLLOW US