• Nusa Tenggara Timur

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTT, Hujan Lebat Diprediksi hingga 13 Januari

Wilibrodus Jatam | Rabu, 07/01/2026 09:29 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTT, Hujan Lebat Diprediksi hingga 13 Januari Ilustrasi cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur: Hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi memicu banjir, banjir bandang, dan longsor di sejumlah wilayah NTT selama periode 6–13 Januari 2026, sebagaimana peringatan dini BMKG.

KATANTT.COM---Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 6–13 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Berdasarkan analisis BMKG, NTT saat ini berada dalam periode musim hujan. Kondisi atmosfer diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik di wilayah utara Benua Australia yang memicu daerah belokan angin, pertemuan angin, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT bagian utara. Selain itu, aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

"Kondisi dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah NTT, yang dalam waktu singkat dapat disertai petir dan angin kencang," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

BMKG mencatat, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Sementara itu, potensi hujan sedang hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor.

Sti Nenot’ek menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi curam dan berbukit.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti wisata dan ibadah," katanya.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Berapi Lewotobi Laki-Laki di wilayah Flores Timur, terutama jika hujan lebat terjadi dalam durasi panjang.

Mengingat cuaca bersifat dinamis, BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan peringatan dini cuaca ekstrem melalui layanan resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG, media sosial @infobmkgeltari, serta layanan informasi cuaca 24 jam.

"Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri sangat penting agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat, demi keselamatan masyarakat," tutup Sti Nenot’ek.

BMKG berharap peringatan ini menjadi perhatian bersama sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur

FOLLOW US