Valtteri Bottas disinyalir jadi pembalap yang bertanggung jawab atas insiden di arena balap tersebut.
Menyusul arahan teknis dari FIA, setiap tim kini akan diharuskan menggunakan satu mode mesin saja baik di kualifikasi dan balapan.
Pebalap asal Britania itu masih memiliki sepuluh balapan tersisa hingga akhir musim untuk mencetak sejarah baru.