
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, meninjau lokasi jembatan dan sungai yang terdampak banjir di ruas jalan Nanga Ramut–Dintor, Kamis (4/6/2026).
KATANTT.COM---Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Wae Laja pada ruas jalan Nanga Ramut–Dintor, Kecamatan Satarmese Barat, Kamis (4/6/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi jembatan dan badan jalan yang kerap terdampak banjir setiap musim hujan.
Didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah dan unsur teknis terkait, Bupati Hery Nabit melihat secara langsung kondisi infrastruktur di sekitar jembatan yang menjadi salah satu jalur penghubung penting bagi masyarakat di wilayah pesisir selatan Kabupaten Manggarai.
Dalam kunjungan itu, orang nomor satu di Manggarai tersebut meninjau sejumlah titik yang selama ini menjadi penyebab meluapnya debit air sungai saat curah hujan tinggi. Luapan air tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi merusak badan jalan serta menghambat aktivitas masyarakat.
“Kita datang langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan. Dengan melihat langsung, kita bisa menentukan langkah penanganan yang tepat agar akses transportasi masyarakat tidak terus terganggu setiap musim hujan,” ujar Bupati Hery.
Disampaikan Bupati Hery, ruas jalan Nanga Ramut–Dintor memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian dari wilayah Satarmese Barat. Jalur tersebut juga merupakan akses utama menuju Destinasi Wisata Wae Rebo di Desa Satar Lenda sehingga penanganan titik-titik rawan banjir menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Selain mengecek kondisi jembatan, Bupati bersama Kepala Dinas PUPR dan tim teknis membahas berbagai alternatif penanganan. Sejumlah opsi yang dikaji antara lain normalisasi alur sungai, pengamanan tebing, pembangunan talud, hingga langkah-langkah mitigasi lainnya guna mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih besar.
Di lokasi yang sama, seorang warga Desa Ceka Luju bernama Misel mengungkapkan bahwa kondisi ruas jalan di sekitar Jembatan Wae Laja selalu menjadi persoalan serius ketika musim hujan tiba.
Menurutnya, banjir yang terjadi kerap membuat kendaraan tidak dapat melintas, terutama kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat yang tetap memaksakan diri menyeberang sering kali harus mendapat bantuan dari warga setempat.
“Kalau musim hujan, kondisi di sini sangat parah. Sepeda motor biasanya tidak bisa lewat. Mobil yang nekat melintas sering harus dibantu bahkan didorong oleh warga karena arus air cukup deras dan kondisi jalan rusak,” ujar Misel.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi merupakan dampak dari luapan sungai akibat tanggul yang jebol. Kondisi tersebut diperparah oleh tumpukan material berupa pasir dan batu-batu besar di alur sungai yang menyebabkan perubahan arah aliran air.
“Banjir ini sebenarnya karena tanggul jebol. Ditambah lagi ada banyak timbunan pasir dan batu-batu besar di alur sungai sehingga air berubah arah. Akibatnya, aliran sungai sekarang mengarah ke lahan warga,” katanya.
Misel mengaku khawatir perubahan jalur sungai itu akan terus menggerus lahan pertanian miliknya. Jika tidak segera ditangani, kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya terancam hilang akibat abrasi dan terjangan banjir.
Karena itu, ia berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang rusak serta melakukan normalisasi aliran sungai agar banjir tidak lagi mengancam permukiman warga, lahan pertanian, maupun akses transportasi masyarakat.
Kunjungan Bupati Manggarai tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga berharap penanganan permanen terhadap persoalan banjir di kawasan Jembatan Wae Laja dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak lagi terganggu setiap musim hujan.
TAGS : Manggarai Bupati Hery Nabit Satarmese Barat Desa Ceka Luju