Manggarai Bertutur: Menghidupkan Kisah dan Memperkuat Budaya Literasi Generasi Muda

Wilibrodus Jatam | Selasa, 31/03/2026 17:52 WIB

KATANTT.COM---Suasana hangat dan penuh semangat terasa dalam Lomba Bertutur Tingkat SD/ MI Kabupaten Manggarai yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Penyerahan hadiah dan foto bersama panitia, juri, serta para pemenang Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kabupaten Manggarai 2026.

KATANTT.COM---Suasana hangat dan penuh semangat terasa dalam Lomba Bertutur Tingkat SD/ MI Kabupaten Manggarai yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum, Ir. Marianus Yosef Jelamu, turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Manggarai Ny. Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, SP, Sekretaris Bapperida dan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas PPO. 

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026 di Aula Kantor Bupati Manggarai ini dihadiri ratusan penonton yang antusias menyaksikan penampilan para peserta.

Dalam sambutannya Asisten Administrasi Umum menyampaikan di era serba teknologi dan digitalisasi saat ini, tantangan terbesar adalah bagaimana mempertahankan minat baca dan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal. 

Dia juga mengungkapkan, membaca bukan sekadar mengeja huruf, melainkan pintu gerbang untuk memahami dunia. 

"Lomba bertutur yang kita laksanakan bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian penting dari upaya kita menumbuhkan minat baca, kecintaan terhadap buku, kecintaan terhadap budaya melalui cerita-cerita rakyat Manggarai," ungkapnya.

Sebanyak 50 siswa sekolah dasar dari berbagai wilayah di Manggarai ambil bagian dalam lomba ini. 

Dari jumlah tersebut, 25 peserta terbaik tampil di babak final, membawakan cerita dengan gaya dan karakter masing-masing yang memikat perhatian juri maupun penonton. 

Sementara itu, Bunda Literasi Manggarai, Ny. Meldyanti Hagur, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan dukungan serta motivasi kepada peserta lomba. 

Ia melihat bertutur sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter anak. 

"Lewat bertutur, anak-anak belajar memahami, merasakan, dan menyampaikan kembali dengan cara yang bermakna. Ini bukan sekadar lomba, tetapi proses membangun generasi yang berpikir dan berempati," jelasnya.

Dirinya juga mengapresiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang konsisten menghadirkan ruang literasi yang hidup bagi anak-anak di Manggarai.

Tempat yang juga Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai, Gabriel Posenti Aldino Tjangkoeng SH, menegaskan bahwa sesuai tema “Manggarai Bertutur, Menghidupkan Kisah, Menggerakan Generasi”, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus menjaga kearifan lokal. 

Pihaknya ingin anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga bangga dengan cerita-cerita daerahnya sendiri. 

Kepala Bidang Pelestarian Bahan Pustaka Fransiska Hamput menambahkan bahwa kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2026. 

Fransiska juga menambahkan, masih ada kegiatan-kegiatan lain yang akan dilaksanakan antara lain, Lomba Resensi Buku bagi siswa/i SMP dan SMA, Lomba Konten Video Literasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum, lomba perpustakaan desa, Bimtek Literasi Informasi, Bimtek Akreditasi Perpustakaan, Gelar Wicara, Bedah Buku dan ditutup dengan Gebyar Literasi.

Juri Marselus Ungkang menilai bahwa bertutur adalah keterampilan yang menyeluruh di mana anak-anak tidak cukup hanya bisa membaca, namun perlu memahami isi cerita lalu menyampaikannya kembali dengan cara mereka sendiri, ditambah dengan kemampuan mengolah suara, ekspresi, hingga keberanian menguasai panggung. 

Sementara itu, Jefrin Haryanto melihat lomba ini dari sisi perkembangan psikologis anak sebagai pengalaman penting dalam membangun rasa percaya diri untuk mengelola rasa gugup dan percaya pada kemampuan diri. 

Juri Reta Janu menambahkan bahwa kebebasan berekspresi menjadi kunci agar cerita terasa lebih hidup dan jujur ketika anak sudah bisa lepas dari hafalan.

Sejak awal hingga akhir, suasana lomba terasa ramah anak dengan penyelenggaraan yang tertata dan dukungan penonton yang hangat. 

Di atas panggung, para peserta mampu menghidupkan cerita melalui ekspresi, intonasi, dan penghayatan yang kuat. 

Cerita yang dibawakan sarat nilai budaya sebagai cara bermakna merawat warisan lokal Manggarai. 

Lomba ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan seni pertunjukan Manggarai berada di jalur yang cerah untuk terus tumbuh dan berkembang.

Adapun nama-nama peserta lomba yang meraih juara adalah Loisa Banera Dakul dari SDK Ruteng VI dengan nilai 684 sebagai juara pertama, disusul Mario Givano Nangkur dari SDK Ruteng III dengan nilai 682, Yohanes De Losta Cazerafim dari SDI Purang dengan nilai 681, Paulus Putra Miki dari SLB Karya Murni dengan nilai 665, Aurelia S.P. Heri dari SDK Cewonikit dengan nilai 640, serta Epifanius Neralino Daba dari SDN Tadu Kembo dengan nilai 638.

TAGS : Lomba Bertutur Kabupaten Manggarai 2026