Proyek Irigasi Rp1 Miliar di Wae Locak Ambruk, Warga Soroti Kualitas Konstruksi

Wilibrodus Jatam | Rabu, 08/04/2026 21:29 WIB

KATANTT.COM---Baru saja tuntas dikerjakan, proyek irigasi di Wae Locak, Kelurahan Lawir, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, justru menuai polemik. 
  Dinding saluran irigasi senilai Rp1 miliar di Wae Locak, Manggarai, ambruk tak lama setelah dikerjakan akibat dugaan konstruksi asal-asalan.

KATANTT.COM---Baru saja tuntas dikerjakan, proyek irigasi di Wae Locak, Kelurahan Lawir, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, justru menuai polemik. 

Dinding saluran sepanjang 10 meter roboh total, memicu kekecewaan warga serta ancaman gagal panen akibat luapan air yang merusak persawahan.

Proyek yang menelan anggaran Dana Inpres senilai Rp1 miliar ini kini berada di bawah pengawasan ketat masyarakat setelah dugaan pengerjaan asal-asalan mencuat ke publik.

Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para petani, termasuk Bernabas Susah, yang lahan sawahnya terdampak langsung oleh luapan air. 

Baca juga :

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menduga kuat bahwa pengerjaan proyek tidak memenuhi standar teknis yang berlaku.

"Fondasi tidak ada, hanya seperti ditempel saja. Batu yang dipakai juga mudah pecah," ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (8/4/2026).

Selain masalah struktur utama, warga menyoroti kejanggalan teknis lainnya:

  1.  Ketiadaan Pintu Air: Tidak ada sistem pengatur debit air yang memadai.
  2. Pipa Bambu: Penggunaan bambu sebagai pengganti pipa pelimpahan (drainase) dinilai tidak efektif dan tidak profesional untuk proyek bernilai miliaran rupiah.

Pembelaan Pelaksana: Salahkan Tanah Labil

Menanggapi tudingan tersebut, pihak pelaksana memberikan pembelaan. Pengawas Teknis Proyek, Jimi Ehot, berdalih bahwa kerusakan bukan disebabkan oleh material, melainkan faktor alam.

"Tanahnya labil dan ada rembesan air dari sawah yang menekan dinding saluran," jelas Jimi. 

Ia juga mengakui bahwa pipa pelimpahan dan pintu air memang tidak masuk dalam perencanaan awal. 

Namun, pihaknya berjanji akan menambah pipa dan membangun Tanggul Perlindungan Tanah (TPT) dalam proses perbaikan.

Senada dengan Jimi, pihak subkontraktor dari CV Delta Flores menegaskan bahwa kerusakan terjadi saat proyek masih dalam masa pemeliharaan, sehingga tanggung jawab perbaikan sepenuhnya berada di tangan mereka.

PPK Janji Perbaikan Total

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yan Tampani, memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. 

Melalui konfirmasi singkat, ia menegaskan bahwa tim teknis sudah diterjunkan ke lapangan.

"Kami masih bekerja karena ini masih dalam masa pemeliharaan. Terjadi patahan di saluran karena tekanan air buangan dari sawah ke dinding saluran. Saat ini teman-teman sedang memperbaikinya," ujar Yan melalui pesan WhatsApp.

TAGS : Manggarai Irigasi Wae Locak Kelurahan Lawir CV Delta Flores Dana Inpres