
Anggota Polsek Wewewa Utara bersama personel Kodim 1629/SBD, BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, aparat desa, serta masyarakat setempat melakukan penggalian dalam mencari korban tanah longsor.
KATANTT.COM--Peristiwa tanah longsor menewaskan dua anak di Kebun Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, Senin (16/3/2026).
Kedua korban tertimbun tanah saat berada di lokasi galian tanah putih (sertu) yang rencananya digunakan untuk pembangunan gereja.
Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 10.00 wita. “Tanah longsor terjadi di lokasi galian tanah sertu di Kebun Tilu Mareda. Dua anak tertimbun material longsor dan satu orang dewasa mengalami luka,” kata Harianto pada Senin malam.
Dua korban yang meninggal dunia adalah Arjuna Saputra Gono Ate (12) dan Sardianto Rato Pote (7). Keduanya merupakan pelajar yang tinggal di Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara.
Sementara itu satu korban selamat bernama Anderias Bili (56), seorang petani setempat. Ia mengalami luka serius di bagian kepala akibat tertimpa batu saat berusaha menolong korban.
Harianto menjelaskan kejadian bermula ketika Anderias Bili bersama tiga anak pergi menggali tanah putih di lokasi yang tidak jauh dari rumah mereka. Tanah tersebut rencananya digunakan sebagai material pembangunan gereja.
Setibanya di lokasi, Anderias mulai menggali tanah. Sementara dua anak bermain di lubang bekas galian. Anderias sempat menegur mereka agar tidak bermain di area tersebut. “Namun tiba-tiba tanah di bagian atas runtuh dan menimpa para korban,” ujarnya.
Dalam situasi itu, Anderias sempat menarik salah satu anak bernama Juandri Saputra Ina Ngele (9) sehingga berhasil keluar dari lokasi longsor dan selamat.
Sementara dua anak lainnya tertimbun material tanah. Anderias berusaha menggali untuk menyelamatkan mereka, tetapi terjadi longsor susulan yang menyebabkan batu mengenai bagian kepala korban.
Setelah itu, Anderias meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah untuk meminta bantuan warga. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Palla, Kecamatan Wewewa Utara untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka serius di bagian kepala sebelah kiri atas.
Proses pencarian dua korban melibatkan anggota Polsek Wewewa Utara, personel Kodim 1629/SBD, BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, aparat desa, serta masyarakat setempat.
Alat bantu ekskavator juga didatangkan ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi. “Sekitar pukul 17.40 wita kedua korban berhasil ditemukan, namun dalam keadaan meninggal dunia,” kata Harianto.
TAGS : Polres Sumba Barat Daya Bencana Alam Tanah Longsor