Pemkab Manggarai Bergerak Cepat Tangani Longsor Wae Dolor, Akses Antar Desa Kembali Dibuka

Wilibrodus Jatam | Senin, 05/01/2026 15:27 WIB

KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Wae Dolor, Desa Beamese, Kecamatan Cibal. Pada Senin (5/1/2026) siang, alat berat berupa ekskavator langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Pembersihan material longsor di Wae Dolor, Desa Beamese, menggunakan alat berat ekskavator.

KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Wae Dolor, Desa Beamese, Kecamatan Cibal. Pada Senin (5/1/2026) siang, alat berat berupa ekskavator langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

Longsor yang dipicu hujan deras pada Minggu (4/1/2026) tersebut sempat menutup total ruas jalan penghubung Desa Beamese–Desa Langkas hingga Desa Ladur. Akibatnya, akses vital antar desa tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga menghambat aktivitas warga.

Sejak pagi hari, ekskavator milik pemerintah daerah langsung bekerja membersihkan timbunan tanah dan bebatuan. Upaya cepat ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat yang terdampak langsung oleh bencana tersebut.

Seorang warga Desa Beamese mengaku bersyukur atas gerak cepat pemerintah daerah. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit, beserta jajaran BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum. 

Baca juga :

Apresiasi juga diberikan kepada Kepala Desa Beamese, Siprianus Tari, serta Thomas Tahir, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, yang dinilai cepat berkoordinasi.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Manggarai, BPBD, Dinas PU, Kepala Desa Beamese, dan Bapak Thomas Tahir. Berkat komunikasi yang cepat, alat berat bisa segera diturunkan ke lokasi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai dari Partai PKB, Thomas Tahir, menegaskan komitmennya untuk selalu merespons setiap laporan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.

"Saya selalu siap menerima dan menindaklanjuti informasi dari pemerintah desa maupun masyarakat. Begitu mendapat laporan dari Kepala Desa Beamese, saya langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganan segera dilakukan,” kata Thomas saat dihubungi awak media, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, ruas jalan Beamese-Langkas–Ladur memiliki peran strategis sebagai jalur utama aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, dan pendidikan warga. Karena itu, penanganan cepat menjadi keharusan agar kehidupan masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.

Warga Desa Beamese, Langkas, dan Ladur pun berharap pemerintah daerah terus siaga dan responsif dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya di musim hujan yang rawan longsor.

Terpisah, Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit, melalui pesan singkat menegaskan bahwa pembangunan dan penanganan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Manggarai pada tahun 2026.

"Untuk tahun 2026, kami menargetkan penyelesaian pekerjaan HRS/Hotmix pada sejumlah ruas jalan yang sudah dimulai, seperti Golo Gereng–Beamese, Cancar–Batas Manggarai Barat, Ramut–Dintor, Poka–Timung, serta rehabilitasi ruas Golonggorong–Wae Codi," jelas Bupati Hery.

Ia menambahkan, ruas jalan Golo Gereng–Beamese ditargetkan rampung pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah dan memperkuat pelayanan publik bagi masyarakat Manggarai.

 

TAGS : Bupati Hery Nabit Kecamatan Cibal Bencana T anah Longsor DPRD Manggarai