Integrasikan AI dan Etnomatematika, Prodi Pendidikan Matematika Unika Ruteng Perbarui Kurikulum OBE

Wilibrodus Jatam | Sabtu, 20/12/2025 13:30 WIB

KATANTT.COM---Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan Lokakarya Peninjauan dan Pembaruan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di Aula Gedung Utama Lantai V Unika Santu Paulus Ruteng pada Sabtu (20/12/2025). Progres Studi Matematika, FKIP Unika St. Paulus Ruteng pada kegiatan Lokakarya Peninjauan dan Pembaruan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di Aula Gedung Utama Lantai V Unika Santu Paulus Ruteng pada Sabtu (20/12/2025).

KATANTT.COM---Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan Lokakarya Peninjauan dan Pembaruan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di Aula Gedung Utama Lantai V Unika Santu Paulus Ruteng pada Sabtu (20/12/2025).

Lokakarya ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memastikan mutu, relevansi, dan keberlanjutan pendidikan tinggi, khususnya dalam menjawab tantangan perkembangan pendidikan abad ke-21 dan transformasi digital.

Dekan FKIP: Kurikulum adalah Peta Jalan Akademik

Dalam sambutan pembukaan, Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Matematika untuk meneguhkan kembali jati diri keilmuannya.

Baca juga :

"Kurikulum tidak lagi sekadar kumpulan mata kuliah, melainkan peta jalan akademik yang menuntun mahasiswa mencapai capaian pembelajaran yang bermakna, relevan, dan berdaya saing," ujar Dr. Yohanes.

Ia menekankan bahwa pengembangan kurikulum berbasis OBE merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan global, transformasi digital, serta kebutuhan nyata dunia pendidikan dan masyarakat. 

FKIP, lanjutnya, menaruh harapan besar agar Program Studi Pendidikan Matematika terus bertumbuh menjadi program studi unggul, tidak hanya dari sisi akreditasi, tetapi juga dari kekhasan keilmuan, kualitas lulusan, dan kontribusi nyata bagi sekolah serta masyarakat.

Menurutnya, integrasi etnomatematika, teknologi digital, dan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi visi keilmuan Program Studi Pendidikan Matematika merupakan kekuatan yang perlu terus dipertajam dan dikawal bersama.

"Semoga lokakarya ini menghasilkan kurikulum yang tidak hanya patuh regulasi, tetapi sungguh menghadirkan pendidikan matematika yang humanis, inovatif, dan bermutu," tutupnya sebelum secara resmi membuka kegiatan.

Ketua Prodi: Kurikulum Harus Adaptif terhadap Era AI

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Maximus Tamur, menjelaskan bahwa lokakarya ini difokuskan pada peninjauan menyeluruh kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya di era kecerdasan buatan.

"Kita ingin memastikan agar lulusan kita mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menggunakan media digital dalam pembelajaran, serta memiliki kompetensi yang dibutuhkan sekolah saat ini," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam lokakarya ini pihaknya secara khusus menghadirkan pengguna lulusan, mulai dari guru-guru sekolah, stakeholder pendidikan, alumni, hingga mahasiswa aktif. 

Berbagai masukan diperoleh, antara lain terkait penguatan keterampilan sosial, pedagogik, penguasaan konsep matematika, serta kemampuan berkomunikasi dan public speaking.

"Salah satu masukan penting adalah perlunya peningkatan kemampuan sosial dan pedagogi mahasiswa. Guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekolah dan masyarakat," kata mantan aktivis GMNI itu.

Selain itu, masukan juga menyoroti pentingnya praktik magang yang lebih fokus dan mendalam. Ke depan, Program Studi Pendidikan Matematika merencanakan magang khusus selama tiga bulan atau satu semester penuh agar mahasiswa benar-benar memperoleh pengalaman lapangan yang utuh.

Integrasi Teknologi Digital dan AI

Dr. Maximus juga menjelaskan bahwa pembaruan kurikulum akan lebih menekankan pada penguasaan teknologi digital, termasuk pemanfaatan AI dalam pembelajaran matematika.

Hal ini sejalan dengan kondisi nyata di sekolah-sekolah yang mulai beralih ke pembelajaran berbasis perangkat digital dan papan interaktif.

"Kemampuan teknologi digital dan coding AI akan kita integrasikan dalam mata kuliah. Ini menjadi kebutuhan riil dunia pendidikan saat ini,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembaruan kurikulum ini merupakan bagian dari transformasi kebijakan nasional pendidikan tinggi yang mengarah pada penerapan kurikulum berbasis OBE, sekaligus respons terhadap kebutuhan nyata di lapangan.

"Pembenahan kurikulum ini bukan lagi pilihan, tetapi keharusan," paparnya.

Kurikulum Berbasis OBE dan Kearifan Lokal

Dalam materi resmi Program Studi Pendidikan Matematika, lokakarya ini bertujuan mentransformasikan kurikulum dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menuju kurikulum berbasis OBE

Kurikulum yang dikembangkan menekankan integrasi etnomatematika sebagai penciri program studi, pemanfaatan teknologi digital dan AI, penguatan kompetensi riset dan publikasi, serta pengembangan soft skills lulusan.

Melalui lokakarya ini diharapkan terbangun kurikulum yang adaptif, kontekstual, berdaya saing global, dan relevan dengan kebutuhan sekolah serta masyarakat, khususnya yang berakar pada nilai budaya Manggarai.

Narasumber dari Universitas Jember

Lokakarya ini menghadirkan narasumber nasional, Dr. Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd, Dosen Universitas Jember, yang juga berpengalaman sebagai asesor dan pakar di bidang akreditasi pendidikan tinggi.

Dalam pemaparannya, Dr. Dian menjelaskan secara komprehensif tentang pembaruan kurikulum berbasis OBE, termasuk landasan hukum dan kebijakan nasional, khususnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Ia juga menekankan pentingnya tracer study dan evaluasi berkelanjutan sebagai dasar pengembangan kurikulum.

"Seluruh proses pembelajaran harus dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada capaian hasil belajar mahasiswa," jelasnya.

Komitmen Evaluasi Berkelanjutan

Sebagai tindak lanjut, Program Studi Pendidikan Matematika berkomitmen untuk terus menyempurnakan dokumen kurikulum melalui pendampingan dan review berkelanjutan, serta melakukan evaluasi setelah implementasi pada tahun akademik 2026–2027.

“Kami berharap kolaborasi dengan media, sekolah, stakeholder, masyarakat, dan mahasiswa terus terjalin untuk bersama-sama membesarkan Program Studi Pendidikan Matematika menjadi program studi unggul,” pungkas Dr. Maximus.

TAGS : Unika St. Paulus Ruteng FKIP Prodi Matematika Kegiatan Lokakarya OBE