Fransiska Heldiana Juita Resmi Pimpin PMKRI Cabang Labuan Bajo Periode 2025-2026

Wilibrodus Jatam | Senin, 15/12/2025 11:24 WIB

KATANTT.COM---Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Sanctus Fransiskus Asisi periode 2025–2026 resmi dilantik pada Sabtu, 13 Desember 2025. Pelantikan berlangsung di Aula Gedung Pramuka SMIP Labuan Bajo dan dihadiri oleh senior, alumni, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Pengurus Pusat PMKRI melantik Fransiska Heldiana Juita sebagai Ketua PMKRI Cabang Labuan Bajo periode 2025–2026.

KATANTT.COM---Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Sanctus Fransiskus Asisi periode 2025–2026 resmi dilantik pada Sabtu, 13 Desember 2025. Pelantikan berlangsung di Aula Gedung Pramuka SMIP Labuan Bajo dan dihadiri oleh senior, alumni, serta perwakilan organisasi kepemudaan.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Presidium Riset dan Teknologi Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2024–2026, Yohanes G. Karmon. Dalam kesempatan tersebut, Yohanes secara resmi melantik Mandataris RUAC II/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Labuan Bajo, Fransiska Heldiana Juita, beserta jajaran pengurus untuk masa bakti 2025–2026.

Pelantikan ditandai dengan pemasangan gordon dan jas merah sebagai simbol kebesaran dan identitas organisasi PMKRI. Hadir pula sejumlah senior dan alumni PMKRI serta organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, termasuk GMNI Kabupaten Manggarai Barat, sebagai wujud solidaritas gerakan mahasiswa.

Dalam pidato perdananya, Ketua Presidium PMKRI Cabang Labuan Bajo terpilih, Fransiska Heldiana Juita, menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak semata-mata menjadi seremoni pergantian kepengurusan, melainkan momentum kebangkitan semangat gerakan PMKRI.

Baca juga :

"Pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi panggilan untuk kembali menghidupkan spirit pergerakan PMKRI, sebagaimana tema yang kita usung bersama: Membangun Kembali Spirit Pergerakan: Dari Diam ke Gerak, Dari Lupa ke Sadar," tegas Fransiska.

Ia menyampaikan bahwa arah gerakan PMKRI Cabang Labuan Bajo ke depan akan difokuskan pada isu-isu strategis lokal, khususnya sektor pariwisata dan kewirausahaan, sejalan dengan konteks Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional. Namun demikian, ia menekankan bahwa PMKRI tetap harus setia pada jati dirinya sebagai organisasi kader yang kritis dan berakar pada nilai Gereja.

"Kita harus ambil bagian dalam geliat pariwisata dengan terlibat secara sadar dan kritis, termasuk melalui kewirausahaan. Namun, kita tidak boleh melupakan panggilan kita sebagai prajurit Gereja yang kritis," ujarnya.

Fransiska juga menegaskan komitmen pengurus untuk menjaga otonomi cabang sebagai ruang kemandirian berpikir dan bertindak sesuai dengan realitas lokal Manggarai Barat, tanpa melepaskan diri dari nilai, konstitusi, dan ideologi PMKRI.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Pengurus Pusat PMKRI. Dalam sambutannya, Yohanes G. Karmon menegaskan bahwa otonomi cabang merupakan prinsip penting yang harus dijaga dalam tubuh PMKRI.

"Setiap cabang memiliki otonominya sendiri. Cabang harus mandiri dalam menentukan arah geraknya. Saran dari senior dan alumni itu penting, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan pengurus cabang," tegasnya.

Yohanes berharap kepengurusan baru mampu melakukan pembenahan organisasi secara berkelanjutan, memperkuat kerja sama, serta menjadikan kaderisasi sebagai prioritas utama.

"Terus belajar, bangun kerja sama, dan yang paling penting adalah kaderisasi harus terus berjalan. Tanpa kaderisasi, PMKRI akan kehilangan rohnya," tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa PMKRI tengah bersiap menghadapi agenda nasional, yakni Kongres dan Musyawarah Presidium Nasional (MPA) tahun 2026, di mana Regio Flores ditunjuk sebagai tuan rumah dengan PMKRI Cabang Ruteng sebagai lokasi pelaksanaan.

"Labuan Bajo adalah pintu masuk Flores. Karena itu, PMKRI Cabang Labuan Bajo harus kuat, solid, dan memiliki kaderisasi yang baik agar siap menyambut agenda nasional tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan senior dan alumni PMKRI, Chelus Pahun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Ketua Presidium serta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menilai kepengurusan ini lahir dari kader-kader muda dengan dinamika organisasi yang cepat dan penuh tantangan.

"Pengurus baru ini sangat beruntung karena karier organisasinya berjalan cepat. Baru mengikuti pendidikan awal tahun ini, tetapi sudah langsung masuk dalam kepengurusan. Ini keputusan yang berani dan memang dibutuhkan," ujarnya.

Menurutnya, sebagai angkatan yang lahir dari semangat revolusi, jajaran pengurus harus memaknai revolusi sebagai keberanian melakukan perubahan nyata bagi kemajuan PMKRI Cabang Labuan Bajo. Ia juga menegaskan bahwa menjadi kader PMKRI tidak hanya soal intelektualitas dan gerakan, tetapi juga penghayatan nilai spiritualitas.

"Nilai Kristianitas harus sungguh dimaknai dan dihidupi. PMKRI Labuan Bajo perlu membangun kembali semangat fraternitas, persaudaraan sejati antar kader," tutupnya.

TAGS : PP PMKRI PMKRI Cabang Labuan Bajo Manggarai Barat