
ilustrasi_hujan
KATANTT.COM--Kondisi cuaca di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan diprediksi mengalami peningkatan intensitas hujan dan angin.
BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang merilis informasi terbaru mengenai terbentuknya Bibit Siklon Tropis 97S di laut Timor yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah NTT pada 13–18 November 2025 .
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan cuaca secara berkala.
“Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandrapada Selasa (18/11/2025).
BMKG mencatat sebagian besar wilayah NTT telah memasuki musim hujan dan sebagian lainnya masih berada pada masa pelestarian.
Keberadaan sirkulasi siklonik di selatan Pulau Sumbawa yang bergerak menuju Laut Timor menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan yang semakin intensif.
Fenomena atmosfer seperti konvergensi, resistansi angin (shearline), serta suhu muka laut yang hangat juga memperkuat potensi hujan lebat dan angin kencang.
Beberapa wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Kabupaten Sabu Raijua, Rote Ndao, TTS dan Manggarai Raya. Selain itu juga melanda wilayah Kabupaten Flores Timur hingga Lembata, Alor, Belu, dan Malaka.
Selain hujan dan angin, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) di beberapa wilayah NTT, seperti NTT bagian Selatan, Laut Sawu, Perairan Rote Ndao–Sabu Raijua serta perairan selatan Flores dan Sumba. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut.
Polda NTT memastikan seluruh jajaran Polres dan Polsek telah diarahkan untuk meningkatkan patroli siaga bencana, berkoordinasi dengan BPBD, BMKG, pemerintah daerah, dan potensi SAR.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, menghindari aktivitas di area terbuka saat hujan lebat, serta menjauhi pohon besar dan tebing rawan longsor. Para nelayan dan pelaku pelayaran wajib memeriksa kondisi cuaca sebelum berangkat,” ujar Henry.
Ia juga menekankan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi palsu atau hoaks terkait cuaca ekstrem yang dapat memicu kepanikan.
Meski Bibit Siklon 97S diprediksi memiliki peluang rendah berkembang menjadi siklon penuh, efek tidak langsungnya berupa hujan lebat dan angin kencang harus tetap diwaspadai. “Polda NTT komitmen hadir memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah dinamika cuaca ekstrem,” ujar Henry.
TAGS : Polda NTT BMKG Cuaca Ekstrem Peringatan Dini