KPU Manggarai Ajak Siswa SMPN 9 Ruteng Jadi Agen Anti Hoaks dan Tolak Politik Uang Sejak Dini

Wilibrodus Jatam | Senin, 03/11/2025 19:44 WIB

KATANTT.COM---Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai terus menggalakkan pendidikan politik bagi generasi muda melalui program Ketua KPU Manggarai, Richard Pentor, saat memberikan materi dalam kegiatan KPU Mengajar di SMPN 9 Ruteng.

KATANTT.COM---Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai terus menggalakkan pendidikan politik bagi generasi muda melalui program "KPU Mengajar". Kegiatan ini digelar di SMP Negeri 9 Ruteng, Senin (3/11/2025), dan diikuti antusias oleh para siswa.

Ketua KPU Manggarai, Richard Pentor, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya menanamkan literasi pemilu dan demokrasi sejak dini, agar para pelajar memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik.

"Berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi tidak harus menunggu usia 17 tahun. Kalian bisa mulai dari lingkungan sekolah,  aktif di OSIS, mengikuti pemilihan Ketua OSIS dengan sungguh-sungguh, serta berani menyampaikan ide dan pendapat," ujar Richard.

Menurutnya, belajar menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab dimulai dari hal-hal kecil di sekolah. Sementara itu, ketika kelak telah memiliki hak pilih, generasi muda diharapkan tidak apatis terhadap politik.

Baca juga :

"Pastikan terdaftar sebagai pemilih, kenali calon dengan baik, dan gunakan hak pilih di TPS. Jangan golput, karena suara kalian sangat berharga," imbuhnya.

Pelajar Jadi Agen Penangkal Hoaks dan Politik Uang

Dalam kegiatan tersebut, KPU Manggarai menyoroti dua ancaman besar terhadap demokrasi, yakni hoaks dan politik uang. Richard mengajak para siswa untuk menjadi "Agen Perubahan" yang aktif melawan praktik tidak sehat dalam Pemilu.

Ia menjelaskan, politik uang merupakan tindakan memberi atau menerima uang, sembako, atau barang lainnya untuk mempengaruhi pilihan seseorang.

"Politik uang berbahaya karena membuat pemimpin tidak lagi berpihak kepada rakyat. Jika seseorang terpilih karena uang, ia akan berusaha mengembalikan modalnya dengan cara-cara tidak benar, bahkan korupsi," jelasnya.

Richard mendorong para pelajar untuk berani menolak dan melaporkan praktik politik uang yang terjadi di lingkungan mereka.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memerangi hoaks, terutama di era digital yang sarat informasi palsu. Para siswa diminta menjadi netizen cerdas (smart netizen) dengan selalu memeriksa kebenaran setiap informasi yang diterima.

"Jangan langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Periksa sumbernya, baca dengan saksama, dan jika masih meragukan, hentikan pada diri sendiri. Jadilah benteng terakhir dalam mencegah penyebaran hoaks," tegasnya.

Membangun Generasi Demokratis

Kegiatan KPU Mengajar ini menjadi sarana edukatif untuk menumbuhkan kesadaran politik sejak usia sekolah. Melalui pendekatan yang interaktif dan inspiratif, para siswa diajak memahami makna partisipasi, kejujuran, dan tanggung jawab dalam berdemokrasi.

Sebagai penutup, Richard menyampaikan pesan inspiratif bagi para peserta.

"Adik-adik hebat, kalian adalah harapan Manggarai dan harapan Indonesia. Belajarlah tentang demokrasi sejak sekarang agar kelak menjadi pemilih cerdas dan warga negara yang bertanggung jawab. Bersama KPU Manggarai, mari kita jaga Pemilu dari kecurangan dan kebohongan," pungkasnya.

Kegiatan ini disambut hangat oleh para guru dan siswa SMPN 9 Ruteng. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang pentingnya menjaga integritas demokrasi sejak di bangku sekolah.

TAGS : KPU Manggarai KPU Mengajar Anti Hoaks Tolak Politik Uang Pendidikan Demokrasi