KATANTT.COM---Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi perjuangan ideologis dengan menggelar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) ke-XXIV di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan yang diikuti 196 calon anggota baru ini berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran sejumlah tokoh publik menunjukkan dukungan luas terhadap GMNI yang konsisten membentuk karakter mahasiswa nasionalis, kritis, dan berpihak pada rakyat kecil.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Paulus Peos, Kasat Binmas Polres Manggarai IPTU Elpidus Kono Feka mewakili Kapolres Manggarai, serta Asisten III Administrasi Umum Sekda Manggarai Marianus Yosef Djelamu. Hadir pula para alumni GMNI Cabang Manggarai dan Manggarai Barat serta perwakilan GMNI Karteker Cabang Manggarai Barat.
Tahun ini, PPAB mengusung tema "Melahirkan Kader Marhaenis yang Berpikir Kritis, Berjiwa Progresif dalam Semangat Marhaenisme." Tema tersebut mencerminkan tekad organisasi untuk melahirkan kader ideologis di tengah arus pragmatisme yang kian kuat di dunia mahasiswa.
PPAB, Gerbang Kesadaran dan Perjuangan
Ketua GMNI Cabang Manggarai, Meldiyani Yolfa Jaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa PPAB bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan gerbang kesadaran bagi mahasiswa untuk memahami jati dirinya sebagai pejuang rakyat.
"PPAB bukan hanya pintu masuk organisasi, tetapi proses kelahiran kembali. Mahasiswa biasa dilahirkan menjadi mahasiswa pejuang dari penonton menjadi pelaku perubahan dan pelaku sejarah," tegas Meldiyani disambut tepuk tangan meriah peserta.
Ia menambahkan, semangat Marhaenisme yang diajarkan dalam proses kaderisasi bukan hanya teori, tetapi cara pandang hidup yang menuntun kader untuk berpihak kepada kaum kecil dan menentang ketidakadilan.
"Berpikir kritis berarti berani mempertanyakan ketimpangan. Berjiwa progresif berarti tidak puas dengan keadaan yang stagnan. Dan semangat Marhaenisme berarti berpihak tegas pada kepentingan rakyat," ujarnya dengan lantang.
Menurutnya, GMNI tidak membutuhkan banyak anggota, melainkan pejuang setia terhadap nilai-nilai perjuangan.
"Jangan jadi mahasiswa yang hanya pandai berbicara, tetapi jadilah mahasiswa yang bekerja nyata. Marhaenisme bukan hanya ideologi, tetapi jalan hidup," tandasnya.
Sambutannya ditutup dengan pekikan khas "Merdeka! Marhaen Menang!" yang menggema di seluruh aula, membakar semangat kader muda GMNI Manggarai.
Alumni: Kader GMNI Harus Hadir untuk Rakyat
Sementara itu, Sekretaris Persatuan Alumni (PA) GMNI Cabang Manggarai, Yoakim Jehati, yang juga Ketua GMNI periode 2008–2010, menyampaikan pesan reflektif kepada para calon anggota baru.
Dengan nada serius namun hangat, ia menegaskan bahwa menjadi kader GMNI berarti mengemban tanggung jawab moral dan ideologis untuk memperjuangkan keadilan sosial.
"Kalau jadi kader GMNI, jadilah kader yang potensial, bukan sekadar kader posyandu," ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan peserta.
Yoakim menegaskan, perjuangan kader GMNI harus berakar di tengah rakyat, karena dari rakyatlah semangat Marhaenisme tumbuh.
"Kader GMNI harus hadir di tengah rakyat, berpikir untuk rakyat, dan bekerja bersama rakyat. Itulah makna sejati menjadi Marhaenis," katanya menekankan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keteguhan ideologi di tengah arus pragmatisme kampus.
"Kita hidup di zaman ketika mahasiswa mudah dibungkam oleh kenyamanan dan kepentingan pribadi. Karena itu, kader GMNI harus menjadi obor kesadaran yang menyala di tengah gelapnya keadilan sosial," tandasnya.
Momentum Meneguhkan Semangat Kebangsaan
PPAB ke-XXIV ini menjadi momentum kebangkitan ideologis bagi mahasiswa Manggarai. Di tengah kompleksitas persoalan bangsa, di mana kepentingan politik dan ekonomi sering menggeser nilai-nilai idealisme. GMNI hadir sebagai benteng moral dan intelektual.
Melalui proses kaderisasi yang ketat, para calon anggota diharapkan mampu menghayati nilai-nilai Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
"Selama masih ada ketidakadilan, tugas GMNI belum selesai," tegas Meldiyani menutup sambutannya.
Menyalakan Api Perjuangan di Bumi Manggarai
Kegiatan PPAB ke-XXIV ditutup dengan pekikan tiga kali "Merdeka!" menandai lahirnya generasi baru mahasiswa pejuang yang siap meneruskan api perjuangan Bung Karno di Bumi Manggarai.
Dengan bergabungnya 196 anggota baru, GMNI Cabang Manggarai meneguhkan perannya sebagai wadah pembentukan kader bangsa yang berpikir kritis, berjiwa progresif, dan bersemangat Marhaenis.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan pragmatisme, GMNI Manggarai membuktikan bahwa idealisme belum mati. Ia hidup dalam dada mahasiswa yang berani berpihak, berpikir, dan bertindak untuk rakyat.