KATANTT.COM---Polemik perbatasan antara Kabupaten
Manggarai Timur dan Kabupaten
Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, kian memanas dan menimbulkan gesekan antarwarga. Menyikapi hal tersebut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (
GMNI) Cabang Manggarai menyampaikan pernyataan sikap tegas dan mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mencegah meluasnya konflik.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (
GMNI) menilai bahwa pertumpahan darah antarwarga di Flores merupakan tragedi kemanusiaan yang bertentangan dengan nilai nasionalisme, keadilan sosial, dan hak asasi manusia. "Darah rakyat Flores terlalu berharga untuk ditumpahkan hanya karena persoalan perbatasan,` tegas
GMNI Cabang Manggarai dalam pernyataan yang diterima media ini pada Senin (25/8/2025).
Dalam pernyataannya,
GMNI Cabang Manggarai mengurai beberapa analisis terkait konflik yang terjadi:
1. Analisis Politik
GMNI menilai konflik perbatasan bukan sekadar persoalan antarwarga, melainkan cerminan lemahnya peran negara dalam menjamin keadilan dan keamanan rakyat. Pemerintah Kabupaten
Manggarai Timur diminta bertindak cepat, tegas, dan strategis agar konflik tidak semakin meluas.
2. Analisis Ideologi
Sebagai organisasi berlandaskan Marhaenisme,
GMNI menolak segala bentuk kekerasan. Pertumpahan darah hanya akan menambah penderitaan rakyat kecil, yang sejatinya adalah korban dari kelalaian negara.
GMNI menekankan bahwa nilai kemanusiaan harus ditempatkan di atas ego sektoral.
3. Analisis Sosial
Konflik berpotensi merusak tatanan sosial, memecah solidaritas kekerabatan, dan menimbulkan trauma kolektif. Karena itu,
GMNI mendesak pemerintah memfasilitasi dialog terbuka yang melibatkan tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda, untuk melahirkan solusi damai yang berkelanjutan.
4. Analisis Organisasi
GMNI Cabang Manggarai berkomitmen terus mengawal isu ini dengan berpihak pada kepentingan rakyat.
GMNI menyatakan siap menjadi mediator moral dalam mengedepankan semangat persatuan dan solidaritas antarwarga Flores.
Seruan
GMNI Cabang Manggarai
Dalam pernyataan sikapnya,
GMNI Cabang Manggarai menyampaikan beberapa tuntutan utama:
1. Mendesak Bupati
Manggarai Timur bertindak cepat, progresif, dan bertanggung jawab untuk mengendalikan situasi serta mencegah konflik semakin meluas.
2. Menuntut pemerintah daerah menjamin keamanan warga agar terbebas dari rasa takut dan kecemasan.
3. Meminta pemerintah memastikan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat tetap berjalan normal tanpa hambatan akibat konflik.
4. Mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak terprovokasi dan selalu mengedepankan jalan damai.
GMNI menegaskan, konflik perbatasan yang berujung pada kekerasan adalah tindakan tidak manusiawi dan bertentangan dengan hak hidup manusia. Karena itu, negara tidak boleh lalai. Pemerintah
Manggarai Timur diminta segera bertindak, bukan hanya demi stabilitas wilayah, tetapi juga demi menjaga harkat dan martabat kemanusiaan.