Forkappsi Harus Tingkatkan Promosi dan Investasi

Djemi Amnifu | Sabtu, 29/08/2020 07:05 WIB

Wagub NTT, Josef Nae Soi foto bersama peserta rapat koordinasi Forum Komunikasi Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Forkappsi) di Hotel Silvia Labuanbajo, Jumat (28/8).

kataNTT--Forum Komunikasi Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Forkappsi) harus menjadi organisasi yang cepat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan di lingkungan yang baru. Dan meningkatkan peran dan fungsi di bidang kelembagaan, promosi dan investasi adalah sebuah keharusan.
"Saya meminjam istilah yang dipopulerkan seorang filsuf Romawi kuno bernama Ovidius Naso yaitu tempora mutantur, nos et mutamur in illis (waktu berubah, kita juga harus berubah di dalamnya). Tidak bisa tidak. Begitu juga harus terus berubah dan berkembang dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas," pinta Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Permintaan tersebut disampaikan Wagub NTT, Josef nae Soi saat membuka rapat koordinasi Forum Komunikasi Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Forkappsi) di Hotel Silvia Labuanbajo, Jumat (28/8)..

"Jika berbicara tentang organisasi dalam bentuk apapun esensinya adalah proses integrasi sumberdaya maupun proses manajemen untuk mencapai tujuan organisasi tersebut disebut dengan proses koordinasi," tambah Josef.

Karena itu, mari berkolaborasi, tidak hanya sekedar koordinasi tapi berkolaborasi antar pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai badan penghubung kata Josef, tugasnya untuk memudahkan rentang kendali penunjang koordinasi pelaksanaan urusan pemerintahan dan pembangunan serta komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sementara itu, Ketua Forkappsi, Viktor Manek mengatakan badan penghubung sebagai garda terdepan dan juga perekat dan pemersatu bangsa.

"Tugas kami tidak lagi sebagai fasilitator pusat. Tapi kami akan sebagai garda terdepan, mempromosikan daerah masing-masing, menghadirkan investor ke daerah dan membangun kerja sama," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Forkappsi juga menghubungkan titik timur-barat, utara-selatan Indonesia untuk mempersatukan dan merekatkan keragaman yang kita miliki.

"Kami sudah lakukan kajian peran badan penghubung atas nama daerah dengan membangun komunikasi atas kementelerian dan lembaga, kedutaan dan investor dan peran ini harus diperbesar dan status juga harus jelas,` katanya.

Hal ini kata Viktor sejalan dengan peraturan pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang struktur kelembangaan Badan Penghubung. (*/joy)

TAGS : Rakor Badan Penghubung