• Nusa Tenggara Timur

Zona Rawan Jadi Fokus Pemantauan Pasca Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur

Imanuel Lodja | Rabu, 09/07/2025 12:05 WIB
 Zona Rawan Jadi Fokus Pemantauan Pasca Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur Dampak dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur tidak saja dirasakan warga di sekitar Kabupaten Flores Timur. Namun abu vulkanik dan kerikil pasca erupsi pada Senin (7/7/2025) berdampak hingga ke kabupaten tetamgga.

KATANTT.COM--Pasca erupsi dahsyat yang terjadi pada Senin (7/7/2025), aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, hingga Rabu (9/7/2025) relatif stabil. 

Hingga Rabu pagi, tidak tercatat adanya letusan baru. Masyarakat di luar kawasan rawan bencana (KRB) pun mulai beraktivitas seperti biasa.
 
Kapolda NTT Irjen Pol Dr Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra dalam keterangannya membenarkan hal tersebut.
 
“Saat ini kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki masih dalam pengawasan ketat. Tidak ada erupsi susulan, aktivitas masyarakat di luar KRB berjalan normal, dan arus lalu lintas di wilayah Flores Timur tetap aman dan lancar,” jelas Henry  pada Rabu (9/7/2025).
 
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa sebelumnya, dan jajaran Polda NTT, khususnya Polres Flores Timur, terus aktif memantau situasi lapangan.
 
Meski kondisi relatif aman, kewaspadaan tetap dijaga mengingat status gunung masih berada pada Level IV atau “awas”.  Untuk itu, aparat kepolisian terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat dalam memberikan edukasi kepada warga.
 
Salah satu langkah konkret dilakukan pada hari ini, yakni dengan menggelar pertemuan antara Polres Flores Timur dan para Kepala Desa di Posko pengungsian. Pertemuan ini membahas solusi terkait masih adanya warga yang nekat beraktivitas di dalam kawasan rawan bencana.
 
“Kami terus menghimbau warga untuk menghindari aktivitas di KRB demi keselamatan bersama. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tegas Henry.
 
Kapolda NTT  Irjen Pol Rudi Darmoko juga menginstruksikan jajaran untuk mengutamakan pendekatan persuasif dan humanis, sembari tetap memberikan edukasi agar masyarakat memahami bahaya yang mungkin masih mengintai.
 
Polda NTT akan terus melakukan koordinasi intensif dengan PVMBG, BPBD, dan pos pengamatan Gunung Lewotobi, demi memastikan informasi terkini dan langkah-langkah penanganan berjalan efektif.

FOLLOW US