• Nusa Tenggara Timur

Terseret Banjir, Warga TTS Ditemukan Tewas di Takari

Imanuel Lodja | Senin, 02/01/2023 09:15 WIB
Terseret Banjir, Warga TTS Ditemukan Tewas di Takari Jenazah Hengki Maaf, warga Desa Matpupu, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS ditemukan tewas terseret banjir di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Minggu (1/1/2023).

KATANTT.COM--Bencana banjir di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur makan korban. Seorang warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ditemukan tewas terseret banjir di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Minggu (1/1/2023).

Korban terseret banjir yakni Hengki Maaf (20), warga asal Desa Matpupu, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS sejak Sabtu (31/12/2022) malam. Ia ditemukan tewas terseret banjir di Kali/sungai Niumuti di RT 009/RW 004, Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang sekitar pukul 23.00 wita.

Diperoleh informasi kalau pada Sabtu (31/12/2022) malam sekitar pukul 23.00 wita, korban dan Andi Misa (32), warga Desa Fatukona Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang pulang dari Kota Kupang. Keduanya hendak ke Desa Fatukona.

Tiba di kali/Sungai Niumuti, Desa Benu Kecamatan Takari, korban bersama Andi Misa berhenti karena kondisi kali/sungai yang akan dilewati sementara banjir dan arusnya deras.

Setelah berhenti di pinggir kali/sungai tersebut, Andi Misa pamit untuk kencing. Pada saat Andi Misa kencing, korban berjalan menuju di dekat sungai.

Beberapa saat kemudian, Yufri Pitay (21), warga Desa Benu, Kecamatan Takari yang saat itu sama-sama ada di tepi sungai melihat korban jatuh ke dalam kali/sungai.

Mengetahui hal tersebut Yufri berteriak memberitahukan Andi Misa kalau korban terjatuh dalam sungai. Andi dan Yufri meminta tolong warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk sama - sama mencari korban.

Karena situasi di sekitar lokasi jatuhnya korban gelap maka pencarian dilanjutkan Minggu (1/1/2023). Korban ditemukan pertama kali oleh Odi Kristofel Mansae (27), warga Desa Fatukona, Kecamatan Takari, kabupaten Kupang sudah dalam keadaan meninggal dunia di lokasi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi korban terseret banjir.

Kapolsek Takari bersama anggota, Camat Takari, Petugas Puskesmas Takari, Babinsa Kecamatan Takari, dan warga sekitar langsung ke lokasi penemuan korban. Petugas Puskesmas Takari dan Polsek Takari melakukan pemeriksaan luar terhadap korban dan dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban dibawa ke Puskesmas Takari untuk dilakukan pembersihan dan menunggu keluarga korban. "Diduga korban hendak mengecek kedalaman air tetapi terpeleset dan jatuh sehingga terbawa arus air," ujar Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH saat dikonfirmasi Senin (2/1/2023).

Kapolres menyebutkan kalau kedalaman sungai dengan jalan sekitar 2 meter, tetapi pada saat itu arus air sangat deras. Keluarga korban yang datang ke Puskesmas Takari pasca kejadian ini mendapat penjelasan dari petugas medis dan aparat kepolisian bahwa tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Korban meninggal karena terseret arus kali/sungai Naimuti," tandas Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto.

Keluarga korban pun menerima kematian korban adalah musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi dan dibuatkan Berita Acara penolakan otopsi dan berita acara penyerahan jenazah kepada keluarga korban. Jenazah korban dibawa pulang oleh keluarga ke Desa Fatukona untuk dimakamkan.

FOLLOW US