• Nusa Tenggara Timur

Sebelum Aksi Gerakan Masuk Got, Penjabat Wali Kota Kupang Pimpin Apel Kekuatan di Pagi Hari

Semy Andy Pah | Rabu, 14/09/2022 07:24 WIB
 Sebelum Aksi Gerakan Masuk Got, Penjabat Wali Kota Kupang Pimpin Apel Kekuatan di Pagi Hari Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh didampingi Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jeffry Edward Pelt dan Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally memimpin apel kekuatan pukul 05.00 pagi, bersama seluruh pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, di lapangan upacara balai Kota Kupang, Jumat (9/9/2022).

KATANTT.COM--Sebelum melakukan kegiatan Gerakan Masuk Got, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, memimpin apel kekuatan pukul 05.00 pagi, bersama seluruh pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, di lapangan upacara Balai Kota Kupang, Jumat (9/9/2022).

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang Yanuar Dally, SH, MSi.

Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh minta kepada para Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang, Camat dan Lurah untuk melakukan koordinasi dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak, untuk segera mengeksekusi berbagai instruksi yang sudah disampaikan pada beberapa pertemuan sebelumnya.

Beberapa hal menjadi penekanannya, antara lain  terkait penerangan jalan  umum di Kelurahan Kolhua, yang perlu mendapat perhatian Unit Pelaksana Teknis Penerangan Jalan Umum dan rumput di seputaran Poltekes hingga ujung jalan Jembatan Liliba.

Penjabat Wali Kota Kota Kupang, George Hadjo juga minta Dinas Perhubungan Kota Kupang segera bekerja sama dengan Samsat melakukan sosialisasi, agar di setiap kendaraan juga disiapkan kotak sampah.

Begitu pula tempat usaha seperti kios dan toko, semua sampah harus dipisah antara sampah organik dan non organik, sampah plastik tidak boleh dibakar. Sementara Satuan Polisi Pamong Praja diinstruksikan untuk menertibkan pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan umum untuk berjualan. 

Setelah memimpin apel kekuatan tersebut Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjo mulai melakukan pemantauan pada titik-titik kerja bakti yang telah diatur.

Titik pertama yang disinggahinya adalah di Jalan Lalamentik tepatnya depan gedung Kantor Bank NTT. Di tempat tersebut Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjo bergabung dengan seluruh peserta kerja bakti, masuk got, memilih serta mengumpulkan setiap sampah untuk segera diangkut oleh kendaraan pengangkut, yang telah disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.

Dari Jalan Lalamentik, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjo bersama denga rombongan menuju Jalan Banteng di Kelurahan Nunleu, tepatnya parit dan gorong-gorong yang seminggu sebelumnya dijadikan sebagai lokasi launching Gerakan Masuk Got.

Di Lokasi tersebut Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh juga melakukan hal yang sama, membaur dengan pegawai dan warga yang sedang bekerja bakti menyusuri got.

Setelah itu Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh bersama rombongan menuju Gua Lordes di Jalan Cak Doko. Di lokasi tersebut sudah banyak ASN, masyarakat dan para relawan lainnya yang sedang melakukan kerja bakti.

Lingkungan seputaran Gua Lordes termasuk got sepanjang Jalan Cak Doko menjadi konsentrasi Penjabat Walikota bersama para peserta kerja bakti. 

Gerak cepat Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh bersama dengan peserta kerja bakti itu langsung membuahkan hasil. Tidak butuh waktu lama, lokasi di sekitar Gua Lordes terlihat bersih dan bebas dari sampah plastik.

Selanjutnya Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh bersama rombongan menuju Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.

Pada kunjungan sebelumnya pada lokasi tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh telah menginstruksikan agar Camat dan Lurah setempat membangun partisipasi masyarakat. Selain itu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menginisiasi berbagai kegiatan festival budaya, agar lokasi ini tidak lagi menjadi sasaran penumpukan sampah tapi sebaliknya dapat menjadi  tempat yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah.

FOLLOW US