Sebanyak 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipulangkan dari Malaysia. Ke-29 orang PMI—terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak—dipulangkan dari Malaysia setelah menjalani proses hukum keimigrasian dan penahanan selama kurang lebih satu hingga dua tahun.
Satu lagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia di luar negeri. Nofri Oscar, pria berusia 27 tahun ini meninggal dunia di Malaysia. Ia dilaporkan sakit dan kemudian meninggal dunia.
Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT memfasilitasi pemulangan Elvi Normawati Kun (41), warga Desa Aplasi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT yang terjerat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Tim Gabungan dan Unit TPPO Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Polda NTT menggagalkan upaya pengiriman sembilan orang laki-laki dewasa secara ilegal ke Malaysia. Pengungkapan kasus ini pada Kamis, 29 Mei 2025 siang di Pelabuhan Bolok, Kabupaten Kupang.
Selama tiga tahun terakhir atau dalam kurun waktu 2022-2024, sebanyak 224 perempuan dan anak dipulangkan dari Malaysia ke masing-masing daerah asalnya di NTT. Selama tahun 2022 terdapat 65 kasus, tahun 2023 sebanyak 74 kasus dan tahun 2024 terdapat 83 Kasus.
Perahu motor bermuatan sembilan orang pekerja migran Indonesia (PMI) tenggelam di Malaysia. Kecelakaan laut ini menyebabkan satu orang tewas dan dua oranh dinyatakan hilang. Sementara enam orang penumpang selamat.
Petrus Tupen Gego alias Rahman (50), Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural/ilegal asal Kabupaten Flores Timur, meninggal di Malaysia. Rahman yang sudah 30 tahun bekerja di Malaysia meninggal di Hospital Kajang Malaysia pada 11 Juli 2024 lalu.
Jenazah Agustinus Mali, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal di Malaysia karena dibunuh dibawa ke Kabupaten Belu. Jenazah batal diberangkatkan ke Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dimakamkan.
Paulus Mau (40), asal Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu dan Agustinus Mali (50), asal Desa Elopada, Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat, merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Keduanya meninggal dunia di negara Malaysia.